Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Nasional » Manifesto Politik: Menolak Board of Peace sebagai Legitimasi Penjajahan

Manifesto Politik: Menolak Board of Peace sebagai Legitimasi Penjajahan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh Dosen Antropologi Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh

Board of Peace (BoP), yang digagas dalam kerangka Abraham Accords oleh Donald Trump, bukanlah forum perdamaian. Ia merupakan proyek kolonialisme modern yang berbahaya—sebuah instrumen untuk menormalisasi penjajahan Israel atas Palestina.

Klaim “perdamaian” yang diusung hanyalah propaganda diplomatik yang menutupi kenyataan pahit: rakyat Palestina terus dirampas hak-haknya, sementara Israel memperoleh legitimasi internasional atas pendudukan yang berlangsung.

Keterlibatan Indonesia dalam forum semacam ini mencederai amanat konstitusi yang secara tegas menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

Lebih jauh, langkah tersebut berpotensi menghapus jejak sejarah solidaritas Indonesia–Palestina, di mana Palestina termasuk pihak pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia saat dunia internasional masih ragu.

Mengabaikan fakta sejarah ini bukan sekadar kesalahan diplomatik, tetapi merupakan noda moral dan politik yang serius.

Jonathan Tonge dalam Comparative Peace Processes menegaskan:

“Peace processes that ignore the fundamental grievances of the oppressed are doomed to fail; they become mechanisms of control rather than liberation” (Tonge, 2014: 88).

Kutipan ini memperjelas bahwa proses perdamaian yang mengabaikan akar ketidakadilan hanya akan menjadi alat kontrol, bukan jalan pembebasan.

Dalam kerangka itu, BoP lebih menyerupai mekanisme pengelolaan konflik demi stabilitas semu, bukan penyelesaian yang adil.

Senada dengan itu, Oren Barak dalam kajiannya tentang kegagalan Oslo menyatakan:

“The Oslo process institutionalized Palestinian weakness and failed to address the asymmetry of power, thereby ensuring its collapse” (Barak, 2005: 721).

BoP dapat dipandang sebagai kelanjutan pola tersebut—forum yang berisiko menginstitusikan ketimpangan kekuasaan, memperlemah posisi Palestina, dan mengabadikan dominasi Israel dalam struktur politik kawasan.

Penolakan terhadap BoP juga disuarakan oleh sejumlah elemen masyarakat yang melihatnya sebagai instrumen legitimasi penjajahan modern.

Pandangan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa forum tersebut bukan sekadar diplomasi, melainkan bagian dari arsitektur politik global yang menggeser isu penjajahan menjadi sekadar persoalan “stabilitas regional”.

Kami menegaskan bahwa BoP merupakan bentuk pengkhianatan terhadap sejarah, konstitusi, dan prinsip solidaritas kemanusiaan.

Indonesia seharusnya berdiri konsisten pada posisi anti-penjajahan sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945, bukan terlibat dalam forum yang berpotensi melegitimasi pendudukan.

Kami menyerukan kepada rakyat Indonesia, kalangan akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan seluruh elemen bangsa untuk menolak BoP secara tegas. Perdamaian tanpa keadilan hanyalah ilusi.

Dialog tanpa pengakuan atas ketimpangan hanyalah pengelolaan konflik, bukan penyelesaian.

Board of Peace adalah perdamaian semu.

Ia harus dikritisi, ditolak, dan dibongkar sebagai proyek politik yang berpotensi melanggengkan kolonialisme modern.

Indonesia harus kembali pada jalannya: berdiri bersama prinsip kemerdekaan bangsa-bangsa, menegakkan amanat konstitusi, dan menolak segala bentuk penjajahan. [JUN].

  • person
  • visibility 18
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sesuai Perintah Nabi SAW., Abu Bakar RA. Bersihkeras Agar Pasukan Usama Diberangkatkan

    Sesuai Perintah Nabi SAW., Abu Bakar RA. Bersihkeras Agar Pasukan Usama Diberangkatkan

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2024
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Musirawas.com – KETIKA berita tentang wafatnya Rasulullah SAW. terdengar oleh orang-orang Arab lainnya, dan banyak di antara mereka yang keluar dari Islam (murtad), Abu Bakar berkata kepada Usamah, “Berangkatlah kamu (bersama pasukanmu) ke arah yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW. untukmu.” Maka kaum muslimin berangkat dan mendirikan kamp di tempat semula. Sedangkan Buraidah membawa bendera […]

  • Viral nya  ! ! !   Pemberitaan Skandal Dana Hibah di Kesra Musi Rawas Menarik Reaksi Dari Tokoh-Tokoh Pemuda Penggiat Anti Korupsi

    Viral nya  ! ! !   Pemberitaan Skandal Dana Hibah di Kesra Musi Rawas Menarik Reaksi Dari Tokoh-Tokoh Pemuda Penggiat Anti Korupsi

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Musi Rawas, tvkito.com , Selasa 11/02/2025,- Salah satunya Faisal efendi aktivis senior saat di temui awak media di hotel Lubuk Linggau dengan ada nya isu tentang dana hibah di kabag kesra Musi Rawas Selasa ( 11/02/2025 ) Lubuk Linggau, Sumatera Selatan  Dan diduga ada nya terlibat nya salah satu oknum Kapala dinas perkebunan Musi Rawas […]

  • 12 LC Hiburan Malam Terjaring Razia Polsek Lubuklinggau Utara, 2 Diantaranya Bawah Umur

    12 LC Hiburan Malam Terjaring Razia Polsek Lubuklinggau Utara, 2 Diantaranya Bawah Umur

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 12
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU, musirawas.com – Polisi Sektor (Polsek) Lubuklinggau Utara beserta anggota, dan rekan-rekan LSM serta Pers melakukan razia ke beberapa tempat hiburan yang ada di wilayahnya. Senin (18/3/2024) malam. Kapolsek Lubuklinggau Utara, AKP. Denhar menerangkan, kegiatan dimaksud untuk mengimbau dan menegakan keamanan selama Bulan Suci Ramadhan. Sesuai imbauan Kapolda Sumsel melalui Kapolres Lubuklinggau, serta Peraturan Walikota […]

  • Aceng Syamsul Hadie Soroti Perjanjian Dagang Indonesia–AS: Stabilitas Tarif atau Menggadaikan Kedaulatan?

    Aceng Syamsul Hadie Soroti Perjanjian Dagang Indonesia–AS: Stabilitas Tarif atau Menggadaikan Kedaulatan?

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 167
    • 0Komentar

    JAKARTA – Perjanjian dagang Indonesia–Amerika Serikat yang ditandatangani pada 19 Februari 2025 dipresentasikan pemerintah sebagai keberhasilan diplomasi ekonomi. Fokus komunikasi publik diarahkan pada satu angka: tarif dibatasi di 19 persen, lebih rendah dari ancaman 32 persen. Namun, Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional), Aceng Syamsul Hadie, menilai perdebatan publik tidak boleh berhenti pada […]

  • Aceng Syamsul Hadie: Berakhirnya Perjanjian Nuklir Rusia–Amerika Jadi Alarm Keras bagi Peradaban

    Aceng Syamsul Hadie: Berakhirnya Perjanjian Nuklir Rusia–Amerika Jadi Alarm Keras bagi Peradaban

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 70
    • 0Komentar

    JAKARTA — Berakhirnya perjanjian pengendalian senjata nuklir antara Rusia dan Amerika Serikat dinilai bukan sekadar kegagalan diplomasi teknis, tetapi menandai kemunduran serius dalam tata kelola keamanan global. Untuk pertama kalinya sejak berakhirnya Perang Dingin, dua negara pemilik lebih dari 90 persen hulu ledak nuklir dunia tidak lagi terikat pada batasan kuantitatif yang transparan dan dapat […]

  • PM Malaysia Ucapkan Selamat Kepada Prabowo Menang Pilpres 2024, Ini Harapannya

    PM Malaysia Ucapkan Selamat Kepada Prabowo Menang Pilpres 2024, Ini Harapannya

    • calendar_month Kamis, 21 Mar 2024
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Musirawas.com – Perdana Menteri (PM) Malaysia, Anwar Ibrahim menyampaikan ucapan selamat kepada Prabowo Subianto yang menang dan terpilih pada Pilpres 2024, usai ditetapkan KPU kemarin malam. Bahkan Anwar Ibrahim mengklaim sebagai pemimpin negara yang pertama kali ucapkan selamat kepada Prabowo Subianto, dan keyakinannya akan kemampuan beliau memimpin Indonesia. Dia menganggap ucapan selamat itu penting sebagai […]

expand_less