Jakarta, tvkito.com/ — Tongkat kepemimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia resmi berpindah. Mabes Polri menggelar serah terima jabatan (sertijab) Kapolri dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, Jumat (2/10/2026).
Rangkaian sertijab diawali dengan upacara tradisi penyerahan panji-panji Polri dan farewell parade yang berlangsung di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Dalam prosesi tersebut, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyerahkan Panji Tribrata kepada Jenderal Suyudi Ario Seto sebagai bagian dari simbolis pergantian kepemimpinan tertinggi di tubuh Polri.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko sebelumnya menyampaikan, rangkaian kegiatan sertijab dijadwalkan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.
Setelah upacara penyerahan panji dan farewell parade, rangkaian dilanjutkan dengan kegiatan pengantaran tugas Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Komjen Dedi Prasetyo serta tradisi pelepasan.
Pergantian pucuk pimpinan Polri ini berlangsung sehari setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dan Wahyu Hadiningrat sebagai Wakapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan Nomor 97/POLRI Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri serta Wakapolri.
Dengan pelantikan tersebut, Suyudi resmi menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Sementara Wahyu Hadiningrat menggantikan Komjen Dedi Prasetyo sebagai Wakapolri.
Sebelum dilantik, Suyudi telah mendapat persetujuan DPR RI setelah menjalani rangkaian uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Kapolri.
Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR setelah proses fit and proper test di Komisi III DPR RI.
Suyudi Ario Seto merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akpol 1994. Sebelum dipercaya menjadi Kapolri, ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, antara lain Kapolda Banten dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).
Di tengah perhatian publik terhadap sosok Kapolri baru tersebut, sisi lain Suyudi juga kembali menjadi sorotan. Video lawas saat dirinya menjabat Kapolda Banten kembali beredar di media sosial karena memperlihatkan aksi bela diri yang disebut-sebut sebagai aksi debus.
Dalam video tersebut, Suyudi tampak mengenakan seragam Polri dan melakukan atraksi membengkokkan golok dengan bagian belakang kepalanya dibantu kedua tangannya.
Aksi itu dilakukan dalam sebuah kegiatan di Banten dan mendapat sambutan tepuk tangan dari para penonton.
Saat ditanya mengenai kemampuannya tersebut, Suyudi kala itu menjelaskan bahwa dirinya mempelajari bela diri sebagai bagian dari upaya membekali diri sekaligus memberikan motivasi kepada anggota Polri.
Menurut Suyudi, anggota Polri perlu mempelajari bela diri agar mampu menjaga diri dan menjalankan tugas dengan baik, sekaligus menjaga marwah institusi Polri.
Kini, setelah resmi memimpin Polri, Suyudi menyampaikan sejumlah fokus awal kepemimpinannya. Ia menegaskan akan melakukan konsolidasi internal, mengevaluasi program yang telah berjalan, melanjutkan hal-hal yang dinilai baik, serta memperbaiki bagian yang masih membutuhkan pembenahan.
Suyudi juga menekankan pentingnya peningkatan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta memperkuat kedekatan polisi dengan masyarakat melalui semangat “Polisi Bersama Masyarakat”.
Ia menegaskan bahwa polisi harus hadir di tengah masyarakat dan mampu memberikan solusi secara cepat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu, Jenderal Listyo Sigit Prabowo kini menjalankan tugas baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP), sedangkan Jenderal Polisi Dedi Prasetyo dipercaya sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN).
Pergantian kepemimpinan tersebut menandai dimulainya babak baru perjalanan Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
(TIMRED)












