Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Raih Kemudahan dan Ringan, Lepaskan Beban Yang Tak Perlu

Raih Kemudahan dan Ringan, Lepaskan Beban Yang Tak Perlu

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Raih Kemudahan dan Ringan, Lepaskan Beban yang Tak Perlu

Musirawas.com – SUATU hari mitra bisnis saya di money changer menelepon. “Bro, sori nih. Kita bisa ketemuan, nggak?” katanya dengan suaranya bergetar.

Saya kenal sekali suara seseorang yang lagi panik.

Saya pun mengiyakan, walaupun itu hari Minggu dan masih suasana libur lebaran. Singkat kata, Yudi hadir di depan saya dan terlihat bingung.

Setelah mengatur napasnya yang terburu-buru, akhirnya dia memberanikan diri untuk mulai bicara.

“Begini Wiek, saya kemarin transaksi dolar di bank sebanyak 100.000 dolar dan ternyata kita ditipu. Duit tersebut dibawa kabur,” urainya pelan-pelan.

Saya terhenyak kaget mendapatkan berita itu. Namun, saya berusaha tetap tenang dan membiarkan dia melanjutkan ceritanya.
“Kejadiannya Bagaimana?” tanya saya meminta penjelasan.

“Begini, ada seseorang menelepon saya meminta 100.000 dolar. Harga di suasana Lebaran kan, nggak jelas. Jadi saya kasih harga tinggi.

Dia setuju. Ini untung besar buat kita. Lalu kami janjian di bank, di daerah Pondok Indah. Kebetulan ada 2 bank asing bersebelahan. Dia bilang rupiahnya ada di bank satunya, dan yang dolar akan dia masukkan bank sebelahnya.

Lalu, dia meminta uang dolar yang saya bawa untuk dihitung. Setelah dihitung benar 100.000, dia meminta temannya untuk jalan menemani saya ke bank sebelah untuk mengambil rupiahnya. Entah bagaimana, saya memang bodoh, uang dolar sudah saya berikan ke dia.

Lalu ketika saya hendak mengambil rupiah, tahu-tahu temannya kabur. Saya berusaha mengejar tapi saya teringat bahwa dia nggak pegang apa-apa. Yang pegang dolar. Ya orang di bank satunya,” kisahnya sambil menenangkan detak jantungnya yang galau.

Saya tak banyak berpikir, yang saya fokuskan hanya bagaimana uang tersebut bisa kembali. Yang saya minta tentu saja pertanggungjawabannya.

Dia berkata, “Saya bertanggung jawab. Saya akan cari sana-sini dan kalau nggak bisa juga, saya pinjam orang tua saya.”

Kata-kata tersebut cukup membuat saya tenang. Saya tahu ayahnya memiliki kemampuan untuk angka segitu.

Namun, di kepala saya, terbesit kemungkinan yang berat saya laksanakan. Masalahnya itu bukan uang saya.

Dari perputaran uang tersebut, ada lebih 60 orang yang memercayai uangnya untuk saya kelola. Jadi saya rasa, kehilangan uang tersebut harus saya laporkan.

Tapi, apakah kira-kira Yudi bisa membayarkannya dengan segera tanpa perlu saya laporkan kejadian ini? Saya optimis, semua bisa selesai dengan cepat. Saya yakin Yudi berkomitmen dengan kata-katanya.

Faktanya, setelah itu Yudi hilang ditelan Bumi. Dia pergi tak bertanggung jawab, menghilang. Kata orang, dia ke Palu, Sulawesi Tengah. Tanpa pesan. Tinggallah saya menahan kemarahan tak terhindarkan.

Saya harus menghadapi para pemilik modal dan pastinya saya harus bertanggung jawab mengembalikan uang mereka.

Hal ini membuat hati saya terluka, kesal, kecewa dan marah. Bukan saya yang berbuat, tetapi saya yang harus menanggungnya. Belum lagi, ini hanyalah satu diantara puluhan peristiwa yang membuat saya jatuh bangkrut pada tahun itu.

Ketika saya teringat Yudi, saya murka dan kecewa. Kemana mencari orang begini. Dan, kalaupun dia datang tapi nggak mau bayar atau tak bertanggung jawab, saya tidak bisa apa-apa.

Dalam renungan, saya melewati hari-hari di rumah. Saya teringat kembali Yudi dan saya kembali marah.

Namun, ada pelajaran yang saya dapat di salah satu workshop.
Katanya, jika saya masih memendam marah kepada seseorang atau sesuatu, saya akan kena ‘looping’ memutar ditempat dan tidak akan keluar sampai saya melepaskan hal tersebut dari dalam pikiran.

Benar, saya harus melepaskan kemelut dari pikiran. Tapi bagaimana saya melepaskannya, kalau ingat namanya saja saya murka? Pelajaran tentang Prosperity Consciousness sangat jelas, tidak boleh ada hal yang negatif atau berlawanan dengan kemakmuran, karena hal itu membuat ‘Conflict of Interest’ di pikiran. Otak manusia hanya bisa memikirkan satu hal, Jadi jika ada yang lain, akan mengantri di belakang pikiran yang sedang difokuskan.

Bagaimana uang bisa datang kalau yang di depan adalah kemarahan terhadap Yudi?

Kalau mengikuti materi Prosperity Consciousness, saya harus memaafkan Yudi. Ya, memaafkan, mencintai dan mendoakan dirinya sukses selalu. Ini pelajaran gila menurut saya. Saya harus mengasihi sampai benar-benar tulus.

Ego saya mengatakan bahwa saya tidak akan pernah bisa memaafkan pengecut ini. Tapi di sisi lain, batin saya mengatakan, saya ingin hidup damai dan penuh kemudahan.

Untungnya saya bukan orang yang rumit. Untungnya saya bukan orang yang senang susah. Lebih baik saya berdamai dengan diri sendiri. Poinnya begini.

Bayangkan saya di hadapan Anda, lalu saya minta Anda mengangkat kedua tangan dengan kedua telapak menengadah ke atas.

Ditangan saya, ada 1 buah bolpen dan satu ponsel.

Bolpen saya letakkan ditangan kiri Anda, dan ponsel saya letakkan ditangan kanan Anda. Saya akan bertanya, mana yang lebih berat?

Anda pasti akan berkata, ponsel ditangan kanan lebih berat.

Lalu, saya angkat ponsel tersebut dan bolpen masih di telapak tangan kiri Anda. Lalu saya bertanya, bolpen ini lebih ringan dari ponsel, kan? Pasti Anda jawab, benar.

Lalu saya akan bertanya, bagaimana jika bolpen ditangan kiri itu Anda pegang selama 5 jam ke depan. Apakah bisa?

Tentu Anda akan bilang, BERAT menahan bolpen selama 5 jam di tangan.

Pertanyaan saya adalah, yang berat itu bolpennya atau Lama-nya? Anda pasti akan menjawab, LAMANYA.

Nah, inilah yang saya maksud dengan masalah saya tadi. Jika saya menggenggam terus kemarahan dengan Yudi maka semakin diulang, semakin memberatkan.

Saat itu juga saya memutuskan untuk menjalankan apa yang saya pelajari, yaitu ‘forgiving others’. Saya memutuskan untuk mencintai Yudi, tulus dan utuh, Saya bawa dalam doa, setiap saat saya teringat akan dirinya atau peristiwa itu.

Saya lupa berapa lama saya melakukan itu, yang saya ingat hingga saat ini ternyata saya benar-benar tulus mendoakan diriya, dan saya sudah mengikhlaskan semuanya.

Suatu hari, ada telepon di ujung jauh. Ternyata Yudi menghubungi saya. Dia meminta saya menyempatkan waktu bertemu ayahnya yang sedang sekarat dirumah sakit di bilangan Cempaka Putih, Jakarta.

Mendengar keseriusan suaranya, saya pun setuju untuk mengunjungi ayahnya yang kala itu ICU. Saya kenal ayahnya, dan saya heran ayahnya meminta saya datang. Yudi menjemput saya, dan diawali dengan basa-basi singkat, kami pun menuju Rumah Sakit.

Dalam perjalanan, Yudi cerita bahwa ayahnya bertanya apakah Yudi punya masalah. Yudi pun menceritakan peristiwa tertipunya usaha money changer itu, yang kernudian dia kabur.

Ternyata ayahnya berkata kepada Yudi, “Kalau kamu tidak melunasi kewajiban tersebut, kamu tidak saya anggap anak.”

Demikian ayahnya berkata dalam sakitnya di lCU. Oleh karena itu, Yudi memutuskan untuk membawa saya menghadap ayahnya malam itu.

Saya datang di hadapan ayahnya, yang hanya bisa dihadiri orang terbatas. Saya berdiri tepat di samping sang ayah. Saya dengar Yudi berkata lirih, “Pah, saya janji akan melunasi utang saya kepada Wowiek. Ini Wowiek sudah hadir disamping Papah. Mohon maafin saya, Pah.” Kemudian dia berpaling ke saya, “Maafin saya Wiek, saya janji akan melunasi semuanya.”

Suaranya yang terbata-bata dan perlahan itu ternyata bisa membuat sang ayah terbangun. Wajahnya tersenyum tulus. Dipegangnya kepala Yudi, dan dia mengangguk pelan, “Iya, anakku. .. Iya. ..,” katanya.

Lalu dia mengangkat wajahnya ke atas dan berkata, ”Allahu Akbar,” dan mengembuskan napas terakhirnya dihadapan saya dan Yudi. Saya lemas, Yudi tersungkur, dan tak lama kemudian seluruh tim medis dan keluarga mengambil alih suasana.

Saya menatap Yudi yang terdiam dan kemudian hanya tertunduk.

Inikah kekuatan melepas, ‘Release Power?’

Sumber : Buku ‘SADAR KAYA’
Karya : Mardigu Wowiek Prasantyo

  • person
  • visibility 38
  • forum 0
Bagikan Threads
Tulis Komentar
×

forum Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wabup Mura Safari Ramadhan di Masjid Jami’ Attaqwa Desa Suka Maju, Kecamatan Sumber Harta

    Wabup Mura Safari Ramadhan di Masjid Jami’ Attaqwa Desa Suka Maju, Kecamatan Sumber Harta

    • calendar_month Rabu, 27 Mar 2024
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 39
    • 0Komentar

    MUSIRAWAS – Wakil Bupati Musi Rawas, Hj. Suwarti melakukan Safari Ramadhan di Masjid Jami’ Attaqwa Desa Suka Maju, Kecamatan Sumber Harta, Selasa, (26/3/2024). Wakil Bupati Musi Rawas mengatakan, kegiatan Safari Ramadhan merupakan program tahunan Pemkab Mura sebagai upaya menjalin silaturahmi sekaligus menjaring aspirasi masyarakat.  “Safari Ramadhan ini untuk meningkatkan tali silaturahmi dan kebersamaan antara Pemerintah […]

  • Pengamat Menilai Gibran Mampu Pimpin Golkar, Jangan Anggap Enteng

    Pengamat Menilai Gibran Mampu Pimpin Golkar, Jangan Anggap Enteng

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2024
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 31
    • 0Komentar

    JAKARTA, musirawas.com – Pengamat politik M. Qodari menilai Gibran Rakabuming Raka, mampu memimpin Partai Golkar. Menurutnya, Gibran sudah berhasil menjalankan uji publik dalam kontestasi Pilpres 2024 dan hasil rekapitulasi sementara KPU menunjukkan pasangan Prabowo-Gibran meraih perolehan suara 58 persen. “Saya kira elite politik jangan menganggap enteng Mas Gibran. Elite politik jangan mengulangi kesalahan menjelang Pilpres […]

  • Polres Lubuklinggau dan Pemkot Bedah Rumah Korban Puting Beliung, Progres Capai 75 Persen

    Polres Lubuklinggau dan Pemkot Bedah Rumah Korban Puting Beliung, Progres Capai 75 Persen

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 106
    • 0Komentar

    Lubuklinggau, TVKITO.COM – Polres Lubuklinggau bersama Pemerintah Kota Lubuklinggau terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana melalui program bedah rumah yang diberikan kepada Asep, warga RT 04 Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Program ini dilaksanakan di kediaman Asep yang berlokasi di Jalan Waringin, setelah sebelumnya rumah tersebut hancur rata dengan tanah akibat diterjang […]

  • Dilema Gen Z Berkompetisi di Dunia Kerja: Realita Pengangguran di Jakarta hingga Tantangan Lawan Rasa Mager

    Dilema Gen Z Berkompetisi di Dunia Kerja: Realita Pengangguran di Jakarta hingga Tantangan Lawan Rasa Mager

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle media.wajahnusantara@gmail.com
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Musirawas.com – Tantangan dunia kerja bagi generasi muda atau dikenal dengan istilah Gen Z di Indonesia, menjadi topik dalam debat calon wakil gubernur (Cawagub) Pilkada DKI Jakarta 2024, pada Minggu, 6 Oktober 2024. Cawagub DKI Jakarta nomor urut 1, Suswono, menyoroti ketersediaan lapangan kerja menjadi hal penting untuk mengurangi pengangguran yang didominasi anak muda di Jakarta. […]

  • Wako :  Hari Raya Waisak, Momentum Penting Bagi Umat Buddha Memperingati Tiga Peristiwa Suci

    Wako : Hari Raya Waisak, Momentum Penting Bagi Umat Buddha Memperingati Tiga Peristiwa Suci

    • calendar_month Minggu, 8 Jun 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 30
    • 0Komentar

    LUBUK LINGGAU,tvkito.com,Minggu  08/06/2025, -Wali Kota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat mengatakan Hari Raya Waisak merupakan momentum penting bagi umat Buddha dalam memperingati tiga peristiwa suci, yaitu kelahiran Pangeran Siddharta, pencapaian Penerangan Agung hingga menjadi Buddha, serta wafatnya Buddha Gautama (Parinibbana). “Peringatan Waisak menjadi kesempatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Kota Lubuk Linggau adalah rumah […]

  • Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    Stories of Resilience: Failed Gadgets That Paved the Way for Future Successes

    • calendar_month Kamis, 15 Feb 2024
    • account_circle media.wajahnusantara@gmail.com
    • visibility 541
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

expand_less