“Bukan Nepotisme!” Warga Simpang Gegas Bongkar Fakta Rekrutmen MBG: 99 Persen Lokal, Ada Tes Narkoba

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MUSI RAWAS – Isu panas soal dugaan nepotisme dan pekerja “titipan” di Dapur Rumah Makan Bergizi Gratis (MBG) Desa Simpang Gegas Temuan, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), akhirnya dijawab langsung oleh warga dan pengelola.
Faktanya, mayoritas pekerja yang direkrut justru warga lokal.
Seorang warga Simpang Gegas Temuan berinisial RS, yang telah diterima sebagai karyawan MBG, mengungkapkan bahwa hampir seluruh tenaga kerja berasal dari Kecamatan TPK.

“Sekitar 99 persen yang diterima warga asli TPK. Kami juga diminta melengkapi berkas lengkap, mulai dari surat lamaran sampai tes bebas narkoba,” ungkap RS kepada awak media, Minggu (11/1/2026).
RS dengan tegas membantah tudingan bahwa rekrutmen dipenuhi orang luar daerah atau keluarga pengelola.
“Kalau dibilang banyak orang luar atau keluarga tertentu, itu tidak benar. Semua lewat wawancara dan seleksi. Yang mewawancarai juga tenaga ahli gizi, bukan asal tunjuk,” tegasnya.

GEDUNG MBG SIGASTU
Ia menilai kehadiran MBG sangat berdampak langsung pada ekonomi warga.
“Kami warga sangat terbantu. Ini bukan sekadar dapur, tapi harapan baru bagi ekonomi masyarakat,” ujarnya.
MBG Belum Beroperasi Penuh, Rekrutmen Masih Bertahap
Pihak pengelola MBG pun angkat bicara.
Mereka menegaskan bahwa hingga kini MBG Simpang Gegas belum berjalan penuh, sehingga tenaga kerja yang direkrut masih terbatas.

“MBG ini belum operasional penuh. Tenaga kerja yang direkrut masih sementara dan disesuaikan kebutuhan awal dapur,” jelas perwakilan pengelola.
Soal tudingan nepotisme, pengelola membantah keras.
“Tidak ada kebijakan mengutamakan keluarga.
Kalau ada yang kebetulan punya hubungan keluarga, itu bukan karena kedekatan, tapi karena siap kerja dan dibutuhkan secara teknis,” tegasnya.
Pengelola mengakui bahwa sosialisasi rekrutmen belum maksimal dan berjanji melakukan perbaikan ke depan.
“Kami terbuka terhadap kritik. Ke depan, rekrutmen akan lebih terbuka, terstruktur, dan diketahui masyarakat luas,” katanya.
Saat MBG beroperasi penuh, peluang kerja akan dibuka lebih luas dengan prioritas warga Kecamatan TPK.
Bukan Sekadar Dapur, Tapi Mesin Ekonomi Desa
Program Rumah Makan Bergizi Gratis dirancang bukan hanya untuk pemenuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan balita, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal.
“Manfaat MBG bukan cuma soal gizi, tapi juga lapangan kerja, perputaran ekonomi desa, dan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas pengelola.
(Jun).
- person
- visibility 16
- forum 0



