LUBUK LINGGAU — Polres Lubuk Linggau, Polda Sumatera Selatan, terus memperkuat pembinaan karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta pemahaman keamanan dan ketertiban di kalangan generasi muda.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Latihan Tata Baris-Berbaris (LTBB) sekaligus pemberian materi Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP) kepada calon anggota Saka Bhayangkara.
Kegiatan berlangsung di lingkungan Markas Komando (Mako) Polres Lubuk Linggau.
Kegiatan pembinaan dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Operasional Sat Binmas, Ipda Bambang Sudiarsyah, didampingi personel Sat Binmas serta Pembina Pramuka Saka Bhayangkara, Kak Agus Setiawan dan Kak Ari Santoso.
Kegiatan ini menjadi bagian dari sinergi antara Polri dan pembina Pramuka dalam membentuk generasi muda yang disiplin, tanggap, bertanggung jawab, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Latihan Tata Baris-Berbaris Bentuk Disiplin dan Kekompakan
Dalam kegiatan LTBB, para peserta mendapatkan sejumlah materi dasar, mulai dari sikap sempurna, gerakan penghormatan, gerakan di tempat hingga gerakan berjalan.
Latihan tersebut tidak hanya bertujuan membentuk ketertiban dalam barisan, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, ketepatan, kekompakan, tanggung jawab dan kerja sama.
“Dari barisan dibentuk kedisiplinan. Setiap gerakan yang serentak, tegap dan tepat melatih seseorang untuk patuh pada aturan, menghargai waktu serta bekerja sama dalam satu kesatuan,” tegas Ipda Bambang Sudiarsyah.
Menurutnya, kedisiplinan yang dibangun melalui latihan diharapkan dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Dibekali Pengetahuan TPTKP
Selain LTBB, calon anggota Saka Bhayangkara juga mendapatkan pembekalan mengenai Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP).
Materi tersebut memberikan pemahaman dasar kepada peserta mengenai langkah yang tepat ketika menemukan atau mengetahui adanya suatu kejadian, antara lain tetap tenang, tidak panik, menjaga keamanan lokasi, tidak mengubah kondisi tempat kejadian serta tidak merusak atau menghilangkan barang bukti.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyampaikan laporan kepada pihak berwenang secara jelas, objektif dan berdasarkan fakta.
Selain itu, peserta diingatkan agar tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, sehingga dapat mencegah munculnya fitnah, kesalahpahaman maupun keresahan di tengah masyarakat.
“Dari pengetahuan ditumbuhkan kepedulian. TPTKP mengajak generasi muda untuk menjadi mata dan telinga masyarakat, bukan menjadi pelaku atau saksi yang merusak bukti, melainkan warga yang bertanggung jawab membantu menjaga keamanan dan kebenaran,” ungkapnya.
Bentuk Pembinaan Generasi Muda
Kegiatan pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya Polres Lubuk Linggau dalam membentuk generasi muda yang disiplin, tanggap, peduli serta memiliki wawasan mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat.
Saka Bhayangkara menjadi salah satu wadah pembinaan generasi muda melalui berbagai kegiatan yang menanamkan nilai kedisiplinan, kebangsaan, kepatuhan terhadap hukum serta kepedulian sosial.
Perpaduan antara latihan kedisiplinan melalui LTBB dan pembekalan pengetahuan TPTKP diharapkan dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya taat terhadap aturan, tetapi juga mampu bersikap tepat dan bertanggung jawab ketika menghadapi suatu situasi di lingkungan sekitarnya.
Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Polres Lubuk Linggau berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Saka Bhayangkara sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi muda yang memiliki karakter kuat dan kepedulian terhadap keamanan serta ketertiban masyarakat.
“Dari barisan dibentuk kedisiplinan, dari pengetahuan ditumbuhkan kepedulian. Disiplin menjaga diri, pengetahuan menjaga lingkungan. Bersama-sama kita wujudkan masyarakat yang aman, tertib dan harmonis,” tutupnya.
(Jun)













