HukumNewsPeristiwaPertanian

Wujud Nyata Ketahanan Pangan, Polres Mura Dampingi Petani Jagung Maksimalkan Pengolahan Pascapanen di Desa Jajaran Baru II

24
×

Wujud Nyata Ketahanan Pangan, Polres Mura Dampingi Petani Jagung Maksimalkan Pengolahan Pascapanen di Desa Jajaran Baru II

Sebarkan artikel ini

MUSI RAWAS — Sebagai bentuk dukungan aktif terhadap program Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, jajaran kepolisian terus memperkuat sinergi dengan para petani lokal.

Hal ini dibuktikan melalui kegiatan monitoring dan pendampingan proses penanganan pascapanen jagung yang dilakukan kepada kelompok tani di wilayah hukum Polsek Megang Sakti, Kamis (3/9/2026).

Pendampingan kali ini difokuskan pada Kelompok Tani Sido Dadi, tepatnya di kediaman Bapak Helmi, warga Desa Jajaran Baru II. Berdasarkan data di lapangan, kelompok tani tersebut berhasil memanen sekitar 2.000 kilogram jagung berkualitas.

Adapun data hasil pertanian tersebut meliputi:

* Nama Petani: Bapak Helmi

* Kelompok Tani (Gapoktan): Sido Dadi

* Lokasi: Desa Jajaran Baru II

* Komoditas: Jagung pipil

* Hasil Panen: ± 2.000 kilogram

Pendampingan intensif pada tahap penjemuran dan pemipilan ini memiliki peran krusial.

Tujuannya untuk memastikan kadar air jagung memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh Perum Bulog, sehingga hasil panen petani memiliki daya saing tinggi, layak serap, sekaligus dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan monitoring dan pendampingan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Melalui kehadiran Polri di tengah-tengah petani, diharapkan motivasi masyarakat dalam mengolah lahan pertanian semakin meningkat demi tercapainya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

Pendampingan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Polri untuk memastikan hasil pertanian masyarakat tidak hanya berhenti pada proses panen, tetapi dapat dikelola secara optimal hingga menghasilkan komoditas berkualitas dan bernilai ekonomi.

Sinergi antara kepolisian, kelompok tani, serta pihak terkait diharapkan mampu memperkuat rantai produksi dan penyerapan hasil pertanian, sekaligus mendorong para petani untuk terus meningkatkan produktivitas dalam mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan swasembada pangan di Kabupaten Musi Rawas.

(TIMRED)