Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Nasional » Aceng Syamsul Hadie Pertanyakan Keberlanjutan MBG, Soroti Ribuan Kasus Dugaan Keracunan

Aceng Syamsul Hadie Pertanyakan Keberlanjutan MBG, Soroti Ribuan Kasus Dugaan Keracunan

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Polemik dugaan keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat.

Sejumlah daerah dilaporkan mengalami insiden serupa, di antaranya Cianjur, Sukoharjo, Banggai, Gorontalo, Banjar (Kalsel), Kulon Progo, Sleman, Bandar Lampung, Lebong (Bengkulu), Semarang, Agam (Sumbar), Bandung Barat, hingga Sumedang.

Berdasarkan informasi yang beredar dari data pemerintah dan JPPI, jumlah korban dugaan keracunan MBG disebut telah mencapai sekitar 12 ribu hingga 14 ribu orang.

Korban tidak hanya siswa, tetapi juga guru, balita, ibu hamil, hingga anggota keluarga penerima paket MBG.

Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional), Aceng Syamsul Hadie, mempertanyakan sikap pemerintah yang dinilai tetap mendorong keberlanjutan program tanpa moratorium total untuk evaluasi menyeluruh.

“Mengapa pemerintah sangat ngotot menekankan keberlanjutan program MBG dibanding melakukan moratorium total sebagai ruang evaluasi? Ingat, korban keracunan makanan MBG sudah terlalu banyak,” tegasnya.

Menurut Aceng, sejak awal MBG diproyeksikan sebagai kebijakan unggulan pemerintah untuk memperkuat fondasi kualitas sumber daya manusia. Secara politik, program ini memiliki daya tarik elektoral dan simbolik yang kuat karena negara hadir langsung di meja makan anak-anak sekolah.

Namun dalam praktiknya, berbagai insiden dugaan keracunan telah menggeser perdebatan dari ambisi pembangunan menuju isu keselamatan publik.

Ia menilai persoalan yang dihadapi bukan sekadar masalah teknis distribusi makanan, melainkan ujian terhadap tata kelola kebijakan dan sensitivitas pemerintah terhadap risiko kesehatan masyarakat.

“Kebijakan publik berskala nasional yang menyasar kelompok rentan selalu membawa konsekuensi etis dan politik yang tinggi.

Ketika terjadi insiden yang menyangkut kesehatan anak, respons pemerintah menjadi indikator kualitas kepemimpinan,” ujarnya.

Aceng menegaskan, moratorium sementara bukanlah bentuk delegitimasi program.

Sebaliknya, penghentian terukur untuk audit independen justru merupakan langkah rasional dalam manajemen risiko kebijakan.

Ia juga mengingatkan bahwa mempertahankan program tanpa jeda evaluasi dapat dipersepsikan sebagai rigiditas kebijakan, bukan konsistensi.

“Kepemimpinan yang kuat bukanlah yang menolak kritik, melainkan yang mampu membedakan antara serangan politik dan peringatan berbasis data,” tambahnya.

Menurutnya, MBG bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan proyek kebijakan yang melekat pada reputasi pemerintah.

Jika persoalan keamanan pangan tidak ditangani secara transparan, setiap insiden baru berpotensi menggerus kredibilitas secara kumulatif.

Karena itu, ia mendorong penghentian sementara pelaksanaan MBG guna evaluasi menyeluruh, audit independen, serta penataan ulang sistem pengawasan, disertai komunikasi publik yang terbuka.

“Ketika keselamatan anak berhadapan dengan pertimbangan citra kebijakan, negara harus memilih tanpa ragu.

Dalam demokrasi yang sehat, keberanian untuk berhenti sejenak demi memastikan keamanan adalah tanda kedewasaan, bukan kelemahan,” pungkasnya.

Sumber: ASH

Editor: Tim Redaksi

  • person
  • visibility 70
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP ala Trump, Indonesia Jangan Jadi Kaki Tangan Blok Geopolitik Barat

    Aceng Syamsul Hadie: Segera Keluar dari BoP ala Trump, Indonesia Jangan Jadi Kaki Tangan Blok Geopolitik Barat

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 44
    • 0Komentar

    JAKARTA – Jika benar dinamika terbaru menunjukkan satu blok solid antara Donald Trump dan Israel dalam forum yang disebut Board of Peace (BoP), maka publik Indonesia patut bertanya secara jujur: apakah ini benar forum perdamaian, atau sekadar instrumen konsolidasi kekuatan Barat di kawasan strategis? Nama boleh “Board of Peace”, tetapi realitas geopolitik tak bisa disamarkan […]

  • Peringati HUT ke-66  Pelopor, Brimob Linggau Gelar Tradisi Penyucian Tunggul

    Peringati HUT ke-66 Pelopor, Brimob Linggau Gelar Tradisi Penyucian Tunggul

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 34
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU,tvkito.com,Sabtu 13/09/2025, — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-66  Pelopor Korps Brimob Polri, Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan Batalyon B Pelopor melaksanakan tradisi penyucian Tunggul “Catra Dira Legawa” bertempat di Aula Mako Batalyon B Pelopor, pada Sabtu (13/09/2025).   Kegiatan dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon B Pelopor, AKBP Andiyano, S.K.M.,M.H., serta diikuti oleh seluruh […]

  • 15 Ton Beras “Diserbu” Warga, Gerakan Pangan Murah Sinergi Polres Musi Rawas Bersama Polsek Muara Beliti dan Bulog

    15 Ton Beras “Diserbu” Warga, Gerakan Pangan Murah Sinergi Polres Musi Rawas Bersama Polsek Muara Beliti dan Bulog

    • calendar_month Rabu, 27 Agt 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 34
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS,tvkito.com,Rabu 23/08/2025, – Masyarakat Kecamatan Muara Beliti dan Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), berbondong-bondong datang ke Mapolsek Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Rabu (27/08/2025). Kedatangan masyarakat tidak lain untuk merasakan manfaat dari upaya sinergitas Polres Musi Rawas (Mura), dan Polsek Muara Beliti bersama Bulog Cabang Lubuklinggau, melalui, “Gerakan Pangan Murah” […]

  • Komisi I DPR RI Soroti Nasib Wartawan, Desak Pemerintah Lindungi Industri Pers

    Komisi I DPR RI Soroti Nasib Wartawan, Desak Pemerintah Lindungi Industri Pers

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 41
    • 0Komentar

    JAKARTA,tvkito.com, – Komisi I DPR RI meminta pemerintah serius memperhatikan kesejahteraan pekerja media, terutama jurnalis atau wartawan, yang saat ini banyak dirumahkan hingga dipecat akibat perusahaan pers tidak mampu lagi membayar gaji.   Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal MI, mengungkapkan bahwa kesulitan keuangan yang dialami sejumlah perusahaan pers saat ini tidak lepas dari […]

  • Ketum MUI Nilai Penetapan Roy Suryo Sebagai Tersangka Tepat || Aceng Syamsul Hadie: Pernyataan MUI Menyesatkan, Telah Gagal Menjaga Independensi dan Marwahnya.

    Ketum MUI Nilai Penetapan Roy Suryo Sebagai Tersangka Tepat || Aceng Syamsul Hadie: Pernyataan MUI Menyesatkan, Telah Gagal Menjaga Independensi dan Marwahnya.

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 38
    • 0Komentar

    Jakarta,tvkito.com,  –  Sikap resmi atas pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menilai penetapan Roy Suryo sebagai tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu sebagai langkah yang tepat. Pernyataan ini menimbulkan kegaduhan publik dan dinilai tidak berada dalam koridor tugas dan kewenangan MUI. Aceng Syamsul Hadie pun menyampaikan kecaman dan protes keras terhadap sikap MUI yang secara […]

  • Bocah Perempuan 10 Tahun di Bulukumba Selamatkan Bayi dari Kobaran Api

    Bocah Perempuan 10 Tahun di Bulukumba Selamatkan Bayi dari Kobaran Api

    • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 45
    • 0Komentar

    BULUKUMBA, tvkito.com , – Aksi heroik dan mengharukan dilakukan seorang bocah perempuan bernama Alita (10) yang nekat menerobos kobaran api demi menyelamatkan seorang bayi berusia 10 bulan dalam peristiwa kebakaran rumah di Kampung Sapiri Pangka Palangisang, Desa Balleanging, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, ujung tenggara Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia , Kamis malam (20/11/2025). Peristiwa kebakaran […]

expand_less