Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Nasional » JANGAN Terlalu Percaya pada Board of Peace ala Trump Oleh: Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional)

JANGAN Terlalu Percaya pada Board of Peace ala Trump Oleh: Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional)

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Gagasan Board of Peace (BoP) yang dikaitkan dengan Donald Trump tidak boleh diterima begitu saja sebagai terobosan diplomatik.

Negara-negara yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina perlu bersikap tegas agar retorika perdamaian tidak menutup mata terhadap realitas politik kekuasaan global.

Rekam jejak kebijakan Trump di Timur Tengah bukanlah hal baru. Pendekatan unilateral yang ditempuh pada masanya dinilai memperkuat posisi Israel sekaligus mempersempit ruang tawar Palestina.

Dominasi Amerika Serikat di Dewan Keamanan PBB, termasuk penggunaan hak veto dalam sejumlah resolusi terkait konflik, menunjukkan bagaimana kekuatan besar dapat mengarahkan arus diplomasi sesuai kepentingannya.

Karena itu, jika kini muncul konsep Board of Peace dengan struktur yang sangat terpusat dan pengaruh figur politik yang kuat, wajar jika publik internasional menaruh kecurigaan.

Forum tersebut berpotensi dilihat sebagai arena konsolidasi kepentingan, bukan ruang netral pencari solusi. Perdamaian yang dikendalikan satu poros kekuasaan pada dasarnya rentan menjadi stabilisasi sepihak.

Ada tiga alasan mengapa negara-negara pendukung Palestina tidak boleh terlalu percaya.  Pertama, struktur menentukan hasil.

Jika otoritas pengambilan keputusan, pengelolaan keamanan, dan distribusi dana rekonstruksi berada dalam kendali dominan satu pihak, maka hasil akhirnya hampir pasti mencerminkan kepentingan pihak tersebut.

Dalam teori politik, pengendali desain institusi umumnya mengendalikan arah kebijakan.  Kedua, rekam jejak lebih penting dari janji.

Komitmen terhadap perdamaian harus diuji melalui konsistensi historis, bukan hanya pernyataan. Jika kebijakan sebelumnya cenderung berat sebelah, maka klaim netralitas patut dipertanyakan secara kritis.

Politik internasional berjalan di atas kalkulasi kepentingan, bukan sekadar idealisme moral.  Ketiga, perdamaian tanpa kedaulatan adalah jebakan.

Jika BoP tidak secara eksplisit menjamin lahirnya negara Palestina yang berdaulat, maka pendekatan itu hanya mengelola konflik, bukan menyelesaikannya. Rekonstruksi wilayah konflik tanpa kerangka kemerdekaan berisiko menciptakan ketergantungan baru yang terstruktur.

Sebagai negara yang memiliki mandat konstitusional menolak segala bentuk penjajahan, Indonesia dituntut menjaga sikap konsisten. Posisi tersebut tidak boleh dikaburkan oleh diplomasi simbolik. Keterlibatan dalam forum apa pun harus bersifat bersyarat dan kritis.

Dukungan terhadap Palestina perlu tercermin dalam keberanian menilai dan menolak skema yang dinilai tidak adil.

Istilah “peace” dalam politik global sering menjadi kemasan. Yang paling menentukan adalah distribusi kekuasaan di baliknya.

Board of Peace yang memberi ruang absolut pada satu figur atau satu poros kekuatan berisiko menjadi alat legitimasi dominasi, bukan jalan menuju keadilan.

Dunia membutuhkan perdamaian berbasis kesetaraan, bukan perdamaian yang lahir dari tekanan dan ketimpangan. Negara-negara pendukung Palestina perlu tetap rasional, waspada, dan tegas. Kepercayaan seharusnya diberikan pada struktur yang transparan, seimbang, dan menghormati hak menentukan nasib sendiri — bukan sekadar pada narasi.

Jika tidak, dunia hanya akan menyaksikan babak baru pengelolaan konflik yang disebut perdamaian, namun menjauh dari kemerdekaan.

Sumber: ASH

Editor: Tim Redaksi

  • person
  • visibility 70
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pro Kontra Warganet di Medsos Soal Layanan Aduan Masyarakat yang Diusung Gibran, Politikus Akbar Faizal Sebut Tak Logis

    Pro Kontra Warganet di Medsos Soal Layanan Aduan Masyarakat yang Diusung Gibran, Politikus Akbar Faizal Sebut Tak Logis

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2024
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 38
    • 0Komentar

    TVKITO.com – Warganet di media sosial tengah menyoroti soal program pelayanan aduan masyarakat yang tengah dijalankan oleh Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka. Diketahui, para masyarakat Indonesia bisa langsung mendatangi langsung istana Wapres RI untuk mengeluhkan masalahnya. Program ini telah resmi dibuka oleh Gibran sejak per tanggal 11 November 2024. “Mulai besok kami akan membuka pengaduan dari […]

  • TPA Daarurrahman Cigayam Gelar Rekreasi Ceria di LALA Water Park Majalengka

    TPA Daarurrahman Cigayam Gelar Rekreasi Ceria di LALA Water Park Majalengka

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Majalengka – Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Daarurrahman Cigayam menggelar kegiatan Rekreasi Ceria bersama para santri dan orang tua di LALA Water Park, Blok Mekarjaya, Dusun Dukuh Cau, Desa Tajur, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu (18/01/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari siswa-siswi TPA Daarurrahman beserta orang tua. Sejak tiba di […]

  • Selamat Tinggal Sumatera Selatan ! Lubuklinggau Diwacanakan Jadi Ibu Kota Provinsi Baru yang Diusulkan Bernama

    Selamat Tinggal Sumatera Selatan ! Lubuklinggau Diwacanakan Jadi Ibu Kota Provinsi Baru yang Diusulkan Bernama

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 61
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU,tvkito.com,Minggu 25/05/2025,- Lubuklinggau diwacanakan jadi ibu kota provinsi baru setelah tinggalkan Sumatera Selatan. Terdapat wacana pembentukan provinsi baru yang membawa beberapa daerah di Sumatera Selatan. Wacana pemekaran wilayah tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Untuk mendukung kemajuan beberapa daerah di Sumatera Selatan, inilah alasan dibentuknya provinsi baru tersebut. – Mempercepat pembangunan infrastruktur – Mengembangkan potensi dari […]

  • Musibah Kebakaran Terjadi di Jalan Wirakarya II RT6 Kelurahan Ceremeh Taba Kecamatan Lubuk Linggau Timur II Kota Lubuk Linggau

    Musibah Kebakaran Terjadi di Jalan Wirakarya II RT6 Kelurahan Ceremeh Taba Kecamatan Lubuk Linggau Timur II Kota Lubuk Linggau

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Lubuklinggau ,tvkito.com ,Kamis 19/12/2024,- Musibah kebakaran terjadi di Jalan Wirakarya II RT6 Kelurahan Ceremeh Taba,  Kecamatan Lubuk Linggau Timur II, Kota Lubuk Linggau, Kamis 19 Desember 2024 sekitar pukul 15.30 WIB. Atas kejadian ini dua rumah warga disana menjadi korban.  Rumah milik Hamidah (73) ludes terbakar, sementara rumah milik Otong sebagian rumah dan atapnya terbakar. […]

  • Partai Golkar Minta Jatah Lima Menteri, Ini Kata Gibran

    Partai Golkar Minta Jatah Lima Menteri, Ini Kata Gibran

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2024
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 42
    • 0Komentar

    SURAKARTA, musirawas.com – Cawapres Gibran Rakabuming Raka mengatakan jatah menteri untuk Partai Golkar akan dibicarakan lagi. “Ya, itu dibicarakan lagi, ya,” kata Gibran saat berada di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (18/3/2024). Dia mengaku sedang fokus dengan penetapan rekapitulasi Pilpres dan Pileg 2024. Setelah penetapan hasil pemilu, katanya, jatah menteri bisa dibicarakan dengan Prabowo Subianto. “Kita kan sedang fokus itu […]

  • Wabup Suprayitno Apresiasi Implementasi P5HAM, Harapannya  Dapat Ciptakan Rasa Aman Bagi Masyarakat Musi Rawas

    Wabup Suprayitno Apresiasi Implementasi P5HAM, Harapannya Dapat Ciptakan Rasa Aman Bagi Masyarakat Musi Rawas

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 44
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, Sumsel,tvkito.com, Sabtu 06/09/2025, – Implementasi Penghormatan, Perlindungan, Pemajuan, Penegakan dan Pemenuhan Hak Asasi Manusia (P5HAM) dimaksud untuk menciptakan suasana kondusif bagi penghormatan HAM dan menjaga keselamatan eksistensi manusia secara utuh melalui keseimbangan antara hak dan kewajiban serta kepentingan perseorangan dan umum.   Hal ini diungkap Wakil Bupati (Wabup) Musi Rawas, Suprayitno menghadiri Implementasi […]

expand_less