Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Nasional » Puasa dan Krisis Integritas Elit Politik Oleh: Aceng Syamsul Hadie (ASH)

Puasa dan Krisis Integritas Elit Politik Oleh: Aceng Syamsul Hadie (ASH)

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Setiap bulan Ramadhan, masyarakat Indonesia menyaksikan peningkatan aktivitas religius yang sangat signifikan. Masjid-masjid dipenuhi jamaah, ceramah keagamaan digelar di berbagai tempat, dan simbol-simbol kesalehan tampak semakin dominan di ruang publik.

Namun di balik atmosfer spiritual tersebut, muncul sebuah pertanyaan mendasar yang layak diajukan secara kritis: apakah puasa benar-benar mampu membentuk integritas moral dalam kehidupan sosial dan politik bangsa ini?

Secara normatif, puasa dalam Islam bukan sekadar ritual spiritual yang bersifat individual.

Puasa merupakan proses pendidikan moral yang bertujuan membentuk manusia bertakwa—yakni manusia yang memiliki integritas, kejujuran, tanggung jawab, serta kesadaran sosial yang tinggi.

Puasa mengajarkan pengendalian diri dari berbagai dorongan hawa nafsu, termasuk nafsu kekuasaan, keserakahan ekonomi, dan kecenderungan untuk menyalahgunakan otoritas.

Namun realitas politik Indonesia menunjukkan adanya paradoks yang cukup serius.

Di satu sisi, banyak elit politik menampilkan diri sebagai figur religius, terutama selama bulan Ramadhan.

Mereka hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan, menghadiri acara buka puasa bersama, serta menyampaikan pesan-pesan moral di hadapan publik.

Tetapi di sisi lain, praktik kekuasaan yang berlangsung dalam sistem politik kita sering kali justru memperlihatkan krisis integritas yang mendalam.

Korupsi masih menjadi salah satu persoalan terbesar dalam tata kelola pemerintahan. Berbagai kasus penyalahgunaan kekuasaan menunjukkan bahwa sebagian elit politik masih menjadikan jabatan sebagai alat untuk mengakumulasi kekayaan dan kekuasaan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kesalehan ritual belum tentu berbanding lurus dengan integritas moral dalam praktik kekuasaan.

Dalam perspektif etika politik, integritas merupakan fondasi utama bagi kepemimpinan yang sehat. Integritas berarti adanya kesesuaian antara nilai yang diucapkan dengan tindakan yang dilakukan.

Seorang pemimpin yang berintegritas tidak hanya berbicara tentang moralitas di ruang publik, tetapi juga menjadikannya sebagai prinsip dalam setiap keputusan politik yang diambil.

Puasa seharusnya menjadi mekanisme moral untuk membangun integritas tersebut. Ketika seseorang mampu menahan lapar dan dahaga selama berjam-jam, sejatinya ia sedang dilatih untuk mengendalikan diri dari berbagai bentuk godaan, termasuk godaan kekuasaan dan materi.

Dalam konteks kepemimpinan publik, latihan moral ini semestinya melahirkan sikap sederhana, jujur, dan bertanggung jawab dalam mengelola amanah rakyat.

Namun jika puasa hanya dipraktikkan sebagai ritual spiritual tanpa diinternalisasi dalam kehidupan sosial dan politik, maka nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya akan kehilangan daya transformasinya.

Ramadhan akan tetap dirayakan setiap tahun, tetapi krisis integritas dalam politik tidak akan pernah benar-benar terselesaikan.

Krisis integritas elit politik pada akhirnya bukan hanya persoalan individu, tetapi juga persoalan budaya politik. Ketika masyarakat terlalu mudah terpesona oleh simbol-simbol religius yang ditampilkan oleh para pemimpin, maka ruang bagi politik pencitraan menjadi semakin besar.

Kesalehan simbolik sering kali lebih dihargai daripada rekam jejak integritas yang nyata.

Karena itu, Ramadhan seharusnya menjadi momentum refleksi moral bagi seluruh elemen bangsa, terutama para pemegang kekuasaan.

Puasa bukan sekadar ibadah menahan lapar dan dahaga, melainkan proses pembentukan karakter yang menuntut kejujuran, tanggung jawab, serta keberpihakan terhadap keadilan sosial.

Integritas merupakan inti dari kepemimpinan yang bermartabat. Tanpa integritas, kekuasaan hanya akan melahirkan penyalahgunaan wewenang dan ketidakadilan.

Jika nilai-nilai puasa benar-benar dihayati secara mendalam, maka Ramadhan seharusnya mampu melahirkan generasi pemimpin yang tidak hanya religius secara simbolik, tetapi juga jujur dan berintegritas dalam menjalankan amanah publik.

Tanpa transformasi moral semacam itu, puasa akan terus dipraktikkan sebagai ritual keagamaan, sementara krisis integritas elit politik tetap menjadi penyakit kronis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

[JUN]

  • person
  • visibility 99
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • Srikandi Pemuda Pancasila Jombang Gelar Arisan Rutin dan Halal Bihalal

    Srikandi Pemuda Pancasila Jombang Gelar Arisan Rutin dan Halal Bihalal

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 191
    • 0Komentar

    JOMBANG – Srikandi Pemuda Pancasila Kabupaten Jombang menggelar kegiatan arisan rutin sekaligus halal bihalal dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (29/03/2026). Kegiatan yang berlangsung di Basecamp Srikandi, Perumahan Undar Jombang ini dihadiri langsung oleh Ketua Srikandi Jombang, Ir. Hidayat ul Nurohmah, M.T., Sekretaris Erna Wijayah, serta seluruh anggota Srikandi Pemuda Pancasila […]

  • Heboh ! Korban Diduga Tenggelam di  Sungai Musi ,Polsek Ma.Lakitan Polres Musi Rawas Sigap Lakukan Pencarian

    Heboh ! Korban Diduga Tenggelam di Sungai Musi ,Polsek Ma.Lakitan Polres Musi Rawas Sigap Lakukan Pencarian

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 49
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS,tvkito.com,Kamis 25/09/2025, – Polsek Muara Lakitan Polres Musi Rawas (Mura), sigap melakukan pencarian warga diduga tenggelam di Sungai Musi, Kelurahan Muara Lakitan, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Mura, Kamis (25/09/2025).   Diketahui identitas warga tersebut yakni, Saidin (41 Tahun), laki-laki asal warga RT 05,  Kelurahan Muara Lakitan, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Mura.   Pencarian tersebut […]

  • Dari Jurnalis Jadi MC, Heri dari Rantau Bingin Bikin Suasana Acara Makin Hidup !

    Dari Jurnalis Jadi MC, Heri dari Rantau Bingin Bikin Suasana Acara Makin Hidup !

    • calendar_month Sabtu, 18 Okt 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Musi Rawas, tvkito.com — Sabtu (18/10/2025),- Tinggal di desa tak menghalangi seseorang untuk berprestasi di berbagai bidang. Hal itu dibuktikan oleh Heri, jurnalis sekaligus Kaur Perencanaan Desa Rantau Bingin, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut, Kabupaten Musi Rawas. Sejak pagi hingga sore hari ini, suasana acara hiburan dalam rangka pernikahan Reni Yunita Binti Harwani dan Suharsi dengan […]

  • Putusan MK Soal Polri Harus Pensiun || Aceng Syamsul Hadie: Putusan MK Harus Dilaksanakan Tanpa Tafsir dan Tanpa Alasan Penundaan.

    Putusan MK Soal Polri Harus Pensiun || Aceng Syamsul Hadie: Putusan MK Harus Dilaksanakan Tanpa Tafsir dan Tanpa Alasan Penundaan.

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Jakarta,tvkito.com,Jumat 21/11/2025,- Putusan Mahkamah Konstitusi yang menegaskan bahwa anggota Polri tidak boleh menduduki jabatan di luar struktur tanpa status pensiun adalah tamparan keras bagi praktik kekuasaan yang selama ini berlangsung di balik layar. Selama bertahun-tahun, negara membiarkan perwira bayangan berseliweran di koridor politik, ekonomi, dan birokrasi. Penempatan perwira Polri aktif di jabatan sipil bukan sekadar […]

  • Satlantas Polres Lubuk Linggau, Aiptu Kgs. M. Yamin  Memberikan Arahan  Dalam Rangka Menekan Angka Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kalangan Pelajar  di  MTs N 1  Lubuklinggau

    Satlantas Polres Lubuk Linggau, Aiptu Kgs. M. Yamin Memberikan Arahan Dalam Rangka Menekan Angka Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kalangan Pelajar di MTs N 1 Lubuklinggau

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 55
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU,tvkito.com,Selasa 15/07/2025,  – Dalam rangka menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lubuk Linggau di bawah naungan Polda Sumatera Selatan, kembali menggelar program unggulan “Police Go To School”. Pagi ini, Selasa (15/07/2025), kegiatan tersebut dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kota Lubuk Linggau. Kegiatan penyuluhan ini […]

  • KUHP Baru dan Kemunduran Demokrasi

    KUHP Baru dan Kemunduran Demokrasi

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Oleh: Aceng Syamsul Hadie  Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional) Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) sejak awal Januari ini patut mendapat perhatian serius dari seluruh elemen bangsa. Sebagai negara yang mengaku demokratis dan menjunjung tinggi kebebasan sipil, Indonesia justru menunjukkan gejala kemunduran melalui pengesahan dan penerapan sejumlah pasal yang berpotensi merugikan rakyat, […]

expand_less