NewsPeristiwa

Hadapi Ancaman Karhutla, Polres Lubuk Linggau Siapkan 5 Unit Alat Semprot Mesin Dua Tak

29
×

Hadapi Ancaman Karhutla, Polres Lubuk Linggau Siapkan 5 Unit Alat Semprot Mesin Dua Tak

Sebarkan artikel ini

Lubuk Linggau – Mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau, Polres Lubuk Linggau Polda Sumatera Selatan memperkuat kesiapsiagaan dengan menyiapkan 5 unit alat semprot pemadam bertenaga mesin dua tak.

Tak sekadar menyiapkan sarana, jajaran Polres Lubuk Linggau juga langsung memberikan pengenalan dan pelatihan teknis pengoperasian kepada personel, Senin siang (7/9/2026).

Pelatihan tersebut dilakukan untuk memastikan personel memahami secara menyeluruh cara penggunaan, perawatan, hingga prosedur penanganan kondisi darurat sehingga alat dapat digunakan secara cepat, tepat, dan aman ketika dibutuhkan di lapangan.

Kesiapan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kapolres Lubuk Linggau AKBP Catur Erwin Setiawan melalui Kabag Ops Kompol Robi Sugara, didampingi Kabag Logistik serta para Kapolsek jajaran.

Kompol Robi Sugara menjelaskan, penyediaan alat semprot tersebut merupakan bagian dari langkah antisipatif sekaligus penguatan sistem penanggulangan karhutla di wilayah hukum Polres Lubuk Linggau.

Menurutnya, karakteristik wilayah yang memiliki sejumlah lokasi dengan medan cukup berat, seperti lahan semak, kawasan perbukitan, hingga akses jalan sempit, menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.

Terlebih, sejumlah lokasi tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam berukuran besar maupun Unit Air Water Cannon (AWC).

“Alat semprot bertenaga mesin dua tak ini memiliki keunggulan utama berupa ukuran yang ringan, mudah dibawa, dan mampu menjangkau lokasi-lokasi terpencil maupun sempit yang sulit dijangkau mobil pemadam konvensional.

Alat ini menjadi solusi tepat untuk memadamkan titik api sejak awal sebelum meluas menjadi kebakaran besar,” ujar Kompol Robi Sugara.

Dalam pelatihan tersebut, personel mendapatkan materi teknis mulai dari pemeriksaan kondisi alat, persiapan bahan bakar dan campuran, teknik pengoperasian, hingga metode penyemprotan air agar tekanan dan daya jangkau dapat dimaksimalkan.

Personel juga diberikan pemahaman mengenai batas kemampuan alat, prosedur keselamatan kerja, serta pemeliharaan rutin untuk memastikan seluruh peralatan selalu berada dalam kondisi siap digunakan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi pertahanan berlapis dalam menghadapi karhutla.

Ketika kendaraan pemadam berukuran besar difokuskan untuk menangani titik api utama di kawasan terbuka atau lokasi yang dapat dijangkau kendaraan, alat semprot mesin dua tak dapat dikerahkan sebagai garda terdepan untuk menjangkau titik-titik api yang berada di lokasi sempit, terpencil, maupun sulit diakses.

Dengan mobilitas yang lebih tinggi, alat tersebut dapat dioperasikan oleh tim kecil yang telah dibekali keterampilan teknis, sehingga respons terhadap kemunculan titik api dapat dilakukan sedini mungkin.

Kapolres Lubuk Linggau AKBP Catur Erwin Setiawan menegaskan bahwa kesiapan sarana dan keterampilan personel menjadi salah satu kunci penting dalam penanggulangan karhutla.

Sinergi antara peralatan yang memadai, personel yang terlatih, respons cepat di lapangan, serta kesadaran masyarakat diharapkan mampu menekan risiko meluasnya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian terhadap lingkungan, perekonomian, maupun kesehatan masyarakat.

Polres Lubuk Linggau berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapsiagaan dan melakukan langkah-langkah preventif agar potensi karhutla dapat ditangani sejak dini, demi menjaga wilayah Kota Lubuk Linggau tetap aman, bersih, sehat, dan asri.

(Jun&Tim)