Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Nasional » Aceng Syamsul Hadie: Indonesia Harus Segera Keluar dari Board of Peace

Aceng Syamsul Hadie: Indonesia Harus Segera Keluar dari Board of Peace

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Ketua Dewan Pembina DPP Asosiasi Wartawan Internasional (ASWIN), Aceng Syamsul Hadie, mendesak pemerintah Indonesia untuk segera menarik diri dari Board of Peace (BoP).

Ia menilai keterlibatan Indonesia dalam forum tersebut berpotensi menyeret negara ini ke dalam permainan geopolitik global yang berbahaya.

Menurut Aceng, meskipun nama Board of Peace terdengar mulia, sejarah politik internasional menunjukkan bahwa istilah “perdamaian” kerap dijadikan kedok bagi agenda dominasi kekuatan besar.

“Segera keluar dari BoP sekarang juga. Jangan biarkan Indonesia dijadikan alat legitimasi penjajahan,” tegas Aceng Syamsul Hadie dalam pernyataannya.

Ia mengingatkan bahwa lahirnya forum yang mengatasnamakan perdamaian di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah patut menimbulkan kecurigaan publik.

Terlebih, inisiatif tersebut dinilai berada dalam orbit kekuatan politik yang selama ini berkaitan dengan blok yang dipimpin tokoh seperti Donald Trump dan pemerintahan Benjamin Netanyahu.

Kedua figur tersebut, kata Aceng, tidak dapat dilepaskan dari dinamika konflik yang terus memperburuk tragedi kemanusiaan di Gaza Strip.

“Pertanyaannya sederhana, mengapa Indonesia harus masuk dalam forum yang dikendalikan oleh pihak-pihak yang justru menjadi bagian dari konflik tersebut?” ujarnya.

Aceng menjelaskan bahwa dalam politik global, forum seperti BoP bukan sekadar ruang diplomasi, melainkan juga instrumen legitimasi geopolitik.

Dengan mengajak Indonesia bergabung, para aktor di belakang forum itu dinilai ingin membangun narasi bahwa kebijakan mereka mendapat dukungan dari negara Muslim terbesar di dunia.

“Jika itu terjadi, maka Indonesia bukan lagi mediator, melainkan alat propaganda politik internasional. Ini bukan sekadar masalah diplomasi, tetapi menyangkut martabat bangsa,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan kembali prinsip politik luar negeri bebas aktif yang telah menjadi fondasi diplomasi Indonesia sejak era Soekarno dan Mohammad Hatta.

Prinsip tersebut lahir dari kesadaran bahwa negara berkembang tidak boleh menjadi pion dalam permainan kekuatan besar.

Semangat yang sama, lanjutnya, juga tercermin dalam sejarah Konferensi Asia-Afrika, ketika Indonesia tampil sebagai kekuatan moral dunia yang independen, bukan sebagai pengikut blok politik tertentu.

Namun, menurut Aceng, keterlibatan dalam BoP justru berpotensi menyeret Indonesia ke orbit geopolitik tertentu di tengah meningkatnya polarisasi global antara blok Barat dan kekuatan alternatif dunia.

Ia menambahkan bahwa sejarah menunjukkan dalam politik kekuatan besar tidak ada persahabatan yang abadi.

“Yang ada hanyalah kepentingan abadi. Ketika kepentingan berubah, sekutu pun bisa ditinggalkan tanpa penyesalan,” paparnya.

Aceng menilai jika konflik global semakin meluas, keterlibatan Indonesia dalam struktur seperti BoP justru dapat menempatkan posisi negara ini dalam situasi yang rawan.

“Indonesia bisa dipersepsikan sebagai bagian dari poros tertentu dan akhirnya terseret dalam konflik yang sebenarnya bukan kepentingannya,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan bahwa langkah paling rasional sekaligus bermartabat adalah menarik Indonesia keluar dari Board of Peace.

Aceng juga menilai Indonesia tidak membutuhkan forum yang dirancang oleh kekuatan besar untuk memperjuangkan perdamaian dunia. Menurutnya, bangsa ini memiliki sejarah diplomasi yang lebih independen dan bermartabat.

Jika pemerintah tetap bertahan dalam BoP, ia menilai publik berhak mempertanyakan tujuan sebenarnya dari keterlibatan tersebut.

“Apakah ini benar-benar untuk perdamaian, atau justru membuka pintu bagi Indonesia untuk dijadikan alat dalam permainan geopolitik global?” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa sejarah akan mencatat setiap pilihan politik bangsa.

“Sejarah tidak pernah memaafkan bangsa yang secara sukarela membiarkan dirinya dijadikan alat legitimasi bagi kepentingan kekuatan dunia,” pungkasnya.

Sumber: ASH

Editor: Tim Redaksi.

  • person
  • visibility 42
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sosok Ibu Nurul, Pahlawan Wanita yang Turut Selamatkan Bilqis di Hutan Jambi

    Sosok Ibu Nurul, Pahlawan Wanita yang Turut Selamatkan Bilqis di Hutan Jambi

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Jambi, tvkito.com — Di balik keberhasilan tim gabungan Polisi dan warga dalam menemukan Bilqis, bocah yang sempat hilang di kawasan hutan Jambi, terselip sosok perempuan berhati mulia yang tidak banyak diketahui publik.   Dia adalah Ibu Nurul, seorang warga yang dengan penuh keberanian ikut masuk ke tengah hutan pada malam hari bersama tim Polisi. Tujuannya […]

  • Tulisan “Megalomania dan Panggung Kekuasaan” dari Prof. Dr. Yoyon Suryono, M.S.

    Tulisan “Megalomania dan Panggung Kekuasaan” dari Prof. Dr. Yoyon Suryono, M.S.

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 43
    • 0Komentar

    Ini kuat secara reflektif dan konseptual. Ia tidak menyerang figur tertentu, tetapi mengajak publik melihat relasi antara psikologi kekuasaan dan ketahanan sistem demokrasi. Berikut beberapa poin analisis yang bisa memperkaya perspektif: 1️⃣ Megalomania sebagai Metafora Politik Istilah megalomania memang berasal dari psikologi klinis, namun dalam konteks politik ia lebih tepat dipahami sebagai metafora tentang godaan […]

  • Bripda Dzaky  Kebanggaan Bagi Institusi Polri, Khususnya Polres Lubuk Linggau di Kancah Nasional

    Bripda Dzaky Kebanggaan Bagi Institusi Polri, Khususnya Polres Lubuk Linggau di Kancah Nasional

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 34
    • 0Komentar

    LUBUK LINGGAU, tvkito.com ,Selasa 29/07/2025, – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh personel Polres Lubuk Linggau di kancah nasional.   Adalah Bripda Dzaky, anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), yang berhasil mengharumkan nama institusinya dengan meraih Juara 2 jelas O-80 KG dalam Kejuaraan Taekwondo bergengsi, Kapolri Cup 6 Tahun 2025.   Ajang prestisius yang mempertemukan ratusan atlet […]

  • Kapolda Bengkulu Pimpin Upacara Sertijab Wakapolda Bengkulu Dan Beberapa PJU

    Kapolda Bengkulu Pimpin Upacara Sertijab Wakapolda Bengkulu Dan Beberapa PJU

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 40
    • 0Komentar

    BENGKULU,tvkito.com,Selasa 17/06/2025, – Polda Bengkulu menggelar upacara serah terima jabatan Wakapolda Bengkulu, Irwasda, dan Kabid Propam Polda Bengkulu.   Upacara ini dipimpin oleh Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., (M.Si,.dan dihadiri oleh sejumlah pejabat utama Polda Bengkulu, Kapolres/TA jajaran Polda Bengkulu, dan tamu undangan lainnya, Selasa (17/06/2025). Dalam upacara ini, dilakukan serah terima jabatan Wakapolda […]

  • Kajati Sumsel Resmikan Rumah Dinas, Klinik, dan Peletakan Batu Pertama TK Adhyaksa di Musi Rawas

    Kajati Sumsel Resmikan Rumah Dinas, Klinik, dan Peletakan Batu Pertama TK Adhyaksa di Musi Rawas

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 65
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan, Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Musi Rawas dalam rangka peresmian rumah dinas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), rumah dinas para kepala seksi (Kasi), mess pegawai, peletakan batu pertama TK Adhyaksa, serta peresmian Klinik Adhyaksa, Rabu (05/02/2026). Kedatangan Kajati Sumsel disambut langsung oleh […]

  • Satbrimob Polda Sumsel Batalyon B Pelopor Gelar Latihan Detasemen 45 Anti Anarkis

    Satbrimob Polda Sumsel Batalyon B Pelopor Gelar Latihan Detasemen 45 Anti Anarkis

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 75
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU — Guna memantapkan kesiapan operasional personel, Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan Batalyon B Pelopor menggelar latihan Detasemen 45 Anti Anarkis, Rabu (29/01/2026), di lingkungan Markas Komando Batalyon B Pelopor. Latihan tersebut menampilkan rangkaian simulasi pengendalian massa, penggunaan kendaraan taktis, serta pergerakan tim secara terpadu.  Sejumlah kendaraan operasional, mulai dari rantis Brimob hingga sepeda motor […]

expand_less