KesehatanNasionalNewsPeristiwa

HEBOH POSTER LARANGAN TAMPUNG AIR HUJAN, BMKG TEGASKAN HOAKS! ADA OMC, TAPI BUKAN BERARTI AIR HUJAN BERACUN

32
×

HEBOH POSTER LARANGAN TAMPUNG AIR HUJAN, BMKG TEGASKAN HOAKS! ADA OMC, TAPI BUKAN BERARTI AIR HUJAN BERACUN

Sebarkan artikel ini

LUBUK LINGGAU — Masyarakat diminta tidak mudah percaya dan menyebarluaskan informasi mengenai larangan menampung air hujan yang belakangan beredar melalui media sosial dan grup WhatsApp.

Sebuah poster bertuliskan “Himbauan Untuk Masyarakat” beredar luas dengan klaim bahwa air hujan selama pelaksanaan pembenihan awan atau cloud seeding berpotensi terkontaminasi bahan maupun obat yang digunakan dalam proses Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Poster tersebut bahkan meminta masyarakat tidak menampung air hujan untuk keperluan memasak, mandi, minum dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Namun, klaim tersebut dipastikan tidak benar.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi menegaskan bahwa BMKG tidak pernah menerbitkan poster maupun imbauan seperti yang beredar tersebut.

BMKG juga meluruskan anggapan bahwa air hujan menjadi berbahaya akibat bahan yang digunakan dalam Operasi Modifikasi Cuaca.

Dalam pelaksanaan OMC, bahan yang digunakan antara lain natrium klorida (NaCl), kalium klorida (KCl), dan kapur tohor, sesuai kebutuhan metode penyemaian.

BMKG menyatakan bahan tersebut telah melalui berbagai kajian ilmiah dan tidak menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan.

BMKG Kalimantan Barat

Meski demikian, masyarakat tetap perlu memperhatikan kualitas air hujan, khususnya ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Pasalnya, asap karhutla dapat membawa partikulat seperti debu dan partikel halus di atmosfer. Saat hujan turun, partikulat tersebut dapat ikut terbawa bersama air hujan, terutama pada awal turunnya hujan.

Karena itu, untuk kebutuhan minum dan memasak, masyarakat tetap dianjurkan menggunakan sumber air bersih yang aman dan layak konsumsi.

Apabila dalam kondisi tertentu air hujan harus dimanfaatkan sebagai sumber air bersih, pengolahannya perlu dilakukan terlebih dahulu, termasuk penyaringan dan perebusan sebelum dikonsumsi.

Sementara itu, BMKG memang mencatat adanya pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca untuk mendukung penanganan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia pada periode September 2026.

BMKG

Jadi, jangan sampai keberadaan OMC kemudian disalahartikan sebagai bukti bahwa air hujan menjadi beracun atau tercemar bahan kimia berbahaya.

Masyarakat diimbau selalu melakukan cek dan ricek sebelum mempercayai maupun membagikan informasi yang beredar di media sosial.

TVKITO.COM — Cerdas Memilah Informasi, Bijak Menyebarkan Berita.

(Jun).