Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Agama » Ramadhan: Sekolah Manajemen Diri dan Fondasi Kemenangan Sosial Oleh KH. Muhammad Abdan Syakuro, S.Ag.

Ramadhan: Sekolah Manajemen Diri dan Fondasi Kemenangan Sosial Oleh KH. Muhammad Abdan Syakuro, S.Ag.

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kepulauan Riau – Ramadhan kerap dipahami sebatas ritual tahunan yang berfokus pada ibadah personal seperti puasa, tarawih, dan zakat.

Padahal, Ramadhan sejatinya merupakan sekolah besar peradaban — sebuah sistem pendidikan spiritual dan sosial yang melatih manusia dalam mengelola diri, keluarga, hingga kehidupan bernegara.

Menurut KH. Muhammad Abdan Syakuro, S.Ag., Ketua MUI Kundur Barat di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi latihan serius dalam manajemen keinginan.

Puasa dimulai sejak dini hari dengan niat dan imsak. Pada fase ini, manusia dilatih menahan kebutuhan paling dasar: makan, minum, dan syahwat. Inilah tahap fundamental pengendalian diri.

Keinginan yang tak terkendali sering menjadi sumber berbagai persoalan, mulai dari konflik sosial, keserakahan ekonomi, ketimpangan, hingga kerusakan lingkungan. Ramadhan hadir sebagai momentum refleksi untuk menundukkan hasrat di bawah kendali nilai dan kesadaran.

Momentum berbuka puasa juga mengandung pelajaran penting. Anjuran berbuka secara sederhana — dengan air dan makanan ringan seperti kurma — mengandung pesan moral tentang kesetaraan.

Dalam kondisi lapar dan dahaga, seluruh manusia berada pada posisi yang sama. Ramadhan menegaskan bahwa ketimpangan bukanlah kodrat, melainkan akibat kegagalan mengelola keinginan dan sumber daya.

Al-Qur’an memberikan ilustrasi historis melalui kisah pasukan Thalut. Saat diuji dengan sungai, hanya mereka yang mampu menahan diri dari minum berlebihan yang tetap kuat dan meraih kemenangan.

Prinsipnya jelas: kemenangan ditentukan oleh kemampuan mengendalikan diri, bukan oleh besarnya konsumsi. Nilai ini relevan bagi kehidupan pribadi maupun tata kelola negara.

Idul Fitri sebagai penutup Ramadhan bukan sekadar perayaan, tetapi simbol keberhasilan menaklukkan hawa nafsu dan berdamai dengan diri sendiri. Kemenangan sejati tidak diukur dari kelimpahan sumber daya, melainkan dari kemampuan mengelolanya secara adil, bijak, dan berkelanjutan.

Dalam konteks sosial dan politik, bangsa yang gagal mengendalikan keinginan elitnya berpotensi terjebak dalam krisis, meskipun memiliki kekayaan alam melimpah.

Ramadhan mengajarkan disiplin kolektif — puasa dijalankan serentak, dengan aturan waktu dan tujuan yang sama. Ini menjadi latihan sosial tentang kepatuhan pada kesepakatan bersama, yang merupakan fondasi penting bagi keadilan sosial dan tata kelola pemerintahan yang sehat.

Pada akhirnya, nilai tertinggi manusia bukan pada apa yang dimiliki, tetapi sejauh mana ia memberi manfaat bagi orang lain. Ramadhan, melalui puasa, menjadi jalan sunyi menuju kesadaran tersebut. [JUN].

  • person
  • visibility 161
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat Tinggal Sumatera Selatan ! Lubuklinggau Diwacanakan Jadi Ibu Kota Provinsi Baru yang Diusulkan Bernama

    Selamat Tinggal Sumatera Selatan ! Lubuklinggau Diwacanakan Jadi Ibu Kota Provinsi Baru yang Diusulkan Bernama

    • calendar_month Minggu, 25 Mei 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 61
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU,tvkito.com,Minggu 25/05/2025,- Lubuklinggau diwacanakan jadi ibu kota provinsi baru setelah tinggalkan Sumatera Selatan. Terdapat wacana pembentukan provinsi baru yang membawa beberapa daerah di Sumatera Selatan. Wacana pemekaran wilayah tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Untuk mendukung kemajuan beberapa daerah di Sumatera Selatan, inilah alasan dibentuknya provinsi baru tersebut. – Mempercepat pembangunan infrastruktur – Mengembangkan potensi dari […]

  • Aceng Syamsul Hadie: Ucapan Prabowo Soal ‘Sawit Karunia Tuhan’ Dinilai Tidak Elok di Tengah Bencana Sumatera

    Aceng Syamsul Hadie: Ucapan Prabowo Soal ‘Sawit Karunia Tuhan’ Dinilai Tidak Elok di Tengah Bencana Sumatera

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 37
    • 0Komentar

    JAKARTA,tvkito.com,  – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kelapa sawit sebagai karunia Tuhan untuk Indonesia’ menuai sorotan tajam, terutama karena disampaikan tepat ketika Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilanda banjir dan tanah longsor besar yang menelan korban jiwa serta merusak ribuan rumah warga. Aceng Syamsul Hadie menyoroti ucapan Prabowo Subianto yang dinilai janggal dan […]

  • DPD IWO Indonesia OKI Minta Aparat Berwenang Selidiki Dugaan Calo Kepsek dan Proyek di Disdik OKI

    DPD IWO Indonesia OKI Minta Aparat Berwenang Selidiki Dugaan Calo Kepsek dan Proyek di Disdik OKI

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 57
    • 0Komentar

    OKI – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWO Indonesia) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) meminta aparat berwenang melakukan penyelidikan terkait informasi dugaan praktik percaloan calon kepala sekolah (kepsek) dan calo proyek di lingkungan Dinas Pendidikan OKI. Permintaan tersebut disampaikan menyusul viralnya unggahan di media sosial Facebook milik akun berinisial “RS”, yang menyebut […]

  • Board of Peace: Pergeseran Orientasi Politik Luar Negeri Indonesia  Oleh: Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., M.M. Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN – Asosiasi Wartawan Internasional

    Board of Peace: Pergeseran Orientasi Politik Luar Negeri Indonesia Oleh: Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., M.M. Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN – Asosiasi Wartawan Internasional

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 40
    • 0Komentar

    Keputusan Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP) patut dibaca sebagai pergeseran serius—bahkan kemunduran—dalam orientasi politik luar negeri Indonesia. Kebijakan ini tidak bisa dipahami sekadar sebagai diplomasi pragmatis, melainkan sebagai pilihan geopolitik yang berpotensi mengaburkan mandat konstitusional Indonesia sekaligus melemahkan perjuangan kemerdekaan Palestina. BoP bukan lembaga multilateral dalam pengertian normatif. Ia […]

  • Penyair Jalanan Kang Aceng Tea Sindir Penguasa Lewat Puisi “Lakon Ketoprak Mulyono dan Fufufafa”

    Penyair Jalanan Kang Aceng Tea Sindir Penguasa Lewat Puisi “Lakon Ketoprak Mulyono dan Fufufafa”

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 49
    • 0Komentar

    MAJALENGKA, tvkito.com,  – Penyair jalanan asal Tatar Sunda, Kang Aceng Tea, kembali menyuarakan kritik sosial lewat karya sastranya yang berjudul “Lakon Ketoprak Mulyono dan Fufufafa Sebentar Lagi Berakhir.” Puisi bernada satire politik itu viral di berbagai grup media sosial, karena gaya bahasanya yang tajam dan penuh simbol. Kang Aceng menggambarkan “lakon ketoprak” sebagai sindiran terhadap […]

  • Pengawasan Dana BOS Disdik Mura Tanpa SOP, Potensi Penyalahgunaan Hingga Rp8,2 Miliar

    Pengawasan Dana BOS Disdik Mura Tanpa SOP, Potensi Penyalahgunaan Hingga Rp8,2 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 17 Feb 2024
    • account_circle media.wajahnusantara@gmail.com
    • visibility 35
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS – Pengawasan dan Pengelolaan Dana BOS SD/SMP di Kabupaten Musi Rawas dilakukan tanpa Standar Operasional dan Prosedur. Hal ini berpotensi terjadi penyalahgunaan Dana BOS hingga Rp8.221.100.000,00 pada tahun 2022. Analisa ini berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan Pemkab Musi Rawas Tahun 2022. Dalam uraian, Laporan Realisasi Anggaran […]

expand_less