Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Nasional » Prabowo Siap Jadi Mediator Iran–AS | Aceng Syamsul Hadie: Keluar Dulu dari BoP, Netralitas Tak Bisa Setengah Hati

Prabowo Siap Jadi Mediator Iran–AS | Aceng Syamsul Hadie: Keluar Dulu dari BoP, Netralitas Tak Bisa Setengah Hati

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA – Ketika perang terbuka meletus antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, dunia tidak hanya menyaksikan rentetan rudal dan drone, tetapi juga benturan blok kekuatan global.

Penutupan Selat Hormuz mengguncang jalur energi dunia, harga minyak melonjak, dan stabilitas kawasan Timur Tengah berada di titik kritis.

Di tengah situasi itu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia menjadi mediator. Pernyataan tersebut dinilai sebagai langkah diplomatik yang elegan.

Namun pertanyaan mendasar pun muncul: apakah Indonesia masih memiliki legitimasi penuh untuk menjadi penengah?

“Seharusnya keluar dulu dari BoP, baru jadi mediator karena netralitas tidak bisa setengah hati,” tegas Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM, Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional).

Netralitas dan Persepsi Geopolitik

Menurut Aceng, diplomasi bukan semata soal niat baik, melainkan soal kepercayaan dan persepsi netralitas.

Indonesia saat ini terlibat dalam Board of Peace (BoP), sebuah inisiatif yang dalam peta geopolitik internasional dipersepsikan dekat dengan poros Washington–Tel Aviv.

Terlepas dari narasi resmi bahwa BoP adalah forum perdamaian, persepsi global—terutama dari Teheran—dinilai tidak sesederhana itu.

Dalam konteks konflik terbuka, setiap afiliasi strategis akan dibaca sebagai posisi politik.

“Bagaimana mungkin Indonesia menawarkan diri sebagai mediator jika secara struktural berada dalam orbit salah satu blok yang sedang bertikai?” ujarnya.

Syarat Mediator dalam Resolusi Konflik

Aceng menekankan bahwa dalam teori resolusi konflik, mediator harus memenuhi tiga syarat utama:

1. Diterima oleh kedua pihak,

Tidak memiliki konflik kepentingan,

2. Memiliki jarak strategis yang sama terhadap pihak-pihak yang bertikai.

3. Tanpa tiga syarat tersebut, mediasi berpotensi menjadi diplomasi simbolik tanpa legitimasi substantif.

Iran, menurutnya, tidak akan membaca keanggotaan Indonesia dalam BoP sebagai netralitas aktif, melainkan sebagai keberpihakan tersirat.

Warisan Politik Bebas Aktif

Politik luar negeri Indonesia sejak era Konferensi Asia-Afrika dibangun di atas prinsip bebas aktif.

Prinsip tersebut menjadi fondasi moral yang menjadikan Indonesia dihormati sebagai negara non-blok.

“Bebas aktif bukan slogan nostalgia. Ia adalah fondasi kredibilitas Indonesia di mata dunia.

Jika posisi itu kabur karena afiliasi geopolitik tertentu, maka kredibilitas historis itu ikut tergerus,” sindirnya.

Reposisi Strategis

Aceng mengingatkan, jika Presiden Prabowo benar-benar ingin memainkan peran historis sebagai penengah, maka langkah pertama bukanlah retorika diplomatik, melainkan keputusan strategis untuk meninjau ulang—bahkan keluar dari BoP.

“Ini bukan soal anti-Amerika atau anti-Israel. Ini soal menjaga integritas posisi.  Negara yang ingin duduk di tengah tidak bisa berdiri terlalu dekat dengan salah satu sisi,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa sejarah akan mencatat apakah Indonesia memilih menjadi aktor independen atau sekadar pengikut arus blok besar.

Kepemimpinan, katanya, diuji bukan saat berbicara tentang perdamaian, melainkan saat berani mengambil jarak dari pusaran kepentingan.

“Netralitas tidak bisa setengah hati. Jika ingin dipercaya oleh Teheran maupun Washington, Indonesia harus memastikan bahwa ia benar-benar berdiri di luar blok—bukan di dalamnya,” pungkas Aceng.[JUN]

Sumber: ASH

Editor: Tim Redaksi

  • person
  • visibility 16
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aceng Syamsul Hadie Desak Pemerintah Tetapkan Bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional

    Aceng Syamsul Hadie Desak Pemerintah Tetapkan Bencana Sumatera sebagai Bencana Nasional

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 23
    • 0Komentar

    JAKARTA ,tvkito.com, — Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional), Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM, mendesak pemerintah pusat segera menetapkan bencana besar yang melanda wilayah Sumatera sebagai Bencana Nasional. Ia menilai skala kerusakan dan jumlah korban telah melampaui kapasitas pemerintah daerah. Menurut Aceng, bencana yang terjadi tidak lagi dapat disebut sebagai tragedi biasa, melainkan […]

  • Batalyon B Pelopor Tingkatkan Kesiapsiagaan Lewat Latihan Tarung Derajat

    Batalyon B Pelopor Tingkatkan Kesiapsiagaan Lewat Latihan Tarung Derajat

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 12
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU,tvkito.com,  – Guna membentuk personel yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas, Satbrimob Polda Sumatera Selatan Batalyon B Pelopor  menggelar latihan bela diri Tarung Derajat di Lapangan Mako Batalyon B Pelopor, Kota Lubuklinggau, Selasa (07/10/2025).   Latihan ini menjadi salah satu agenda rutin dalam pembinaan fisik dan mental anggota. Mengusung seni bela diri khas […]

  • Wakapolres Musi Rawas Sambangi Keluarga Korban Tenggelam, Sampaikan Belasungkawa dan Bantuan

    Wakapolres Musi Rawas Sambangi Keluarga Korban Tenggelam, Sampaikan Belasungkawa dan Bantuan

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 21
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS, tvkito.com,Rabu 26/11/2025,  — Wakapolres Musi Rawas Kompol Hendri, S.H., mewakili Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., menyambangi kediaman keluarga korban yang beberapa waktu lalu meninggal dunia akibat tenggelam di aliran sungai. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tengah mengalami duka. Dalam pertemuan tersebut, Wakapolres menyampaikan […]

  • Kajati Sumsel Resmikan Rumah Dinas, Klinik, dan Peletakan Batu Pertama TK Adhyaksa di Musi Rawas

    Kajati Sumsel Resmikan Rumah Dinas, Klinik, dan Peletakan Batu Pertama TK Adhyaksa di Musi Rawas

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 38
    • 0Komentar

    MUSI RAWAS — Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumatera Selatan, Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Musi Rawas dalam rangka peresmian rumah dinas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), rumah dinas para kepala seksi (Kasi), mess pegawai, peletakan batu pertama TK Adhyaksa, serta peresmian Klinik Adhyaksa, Rabu (05/02/2026). Kedatangan Kajati Sumsel disambut langsung oleh […]

  • Satlantas Polres Lubuk Linggau, Aiptu Kgs. M. Yamin  Memberikan Arahan  Dalam Rangka Menekan Angka Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kalangan Pelajar  di  MTs N 1  Lubuklinggau

    Satlantas Polres Lubuk Linggau, Aiptu Kgs. M. Yamin Memberikan Arahan Dalam Rangka Menekan Angka Pelanggaran dan Kecelakaan Lalu Lintas di Kalangan Pelajar di MTs N 1 Lubuklinggau

    • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 18
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU,tvkito.com,Selasa 15/07/2025,  – Dalam rangka menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lubuk Linggau di bawah naungan Polda Sumatera Selatan, kembali menggelar program unggulan “Police Go To School”. Pagi ini, Selasa (15/07/2025), kegiatan tersebut dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 1 Kota Lubuk Linggau. Kegiatan penyuluhan ini […]

  • Presiden Prancis di Sambut Meriah di Istana Merdeka

    Presiden Prancis di Sambut Meriah di Istana Merdeka

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta,tvkito.com,-  Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba di Istana Negara Jakarta.  Macron akan bertemu Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraannya di Indonesia.   Berdasarkan pantauan di Istana Negara Rabu (28/05/2025), Presiden Macron tiba sekitar pukul 09.43 WIB. Terlihat, kedatangan Presiden Macron diiringi oleh puluhan pasukan berkuda masuk menuju Istana Merdeka.   Terlihat pula Presiden Prabowo yang […]

expand_less