Ikuti Kami

light_mode
light_mode
Breaking News
Trending Tags
Beranda » Nasional » Ketum MUI Nilai Penetapan Roy Suryo Sebagai Tersangka Tepat || Aceng Syamsul Hadie: Pernyataan MUI Menyesatkan, Telah Gagal Menjaga Independensi dan Marwahnya.

Ketum MUI Nilai Penetapan Roy Suryo Sebagai Tersangka Tepat || Aceng Syamsul Hadie: Pernyataan MUI Menyesatkan, Telah Gagal Menjaga Independensi dan Marwahnya.

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,tvkito.com,  –  Sikap resmi atas pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menilai penetapan Roy Suryo sebagai tersangka dalam kasus dugaan ijazah palsu sebagai langkah yang tepat. Pernyataan ini menimbulkan kegaduhan publik dan dinilai tidak berada dalam koridor tugas dan kewenangan MUI.

Aceng Syamsul Hadie pun menyampaikan kecaman dan protes keras terhadap sikap MUI yang secara tiba-tiba mengomentari kasus dugaan ijazah palsu dan menilai penetapan Roy Suryo sebagai tersangka.

“Sikap tersebut tidak hanya keluar dari koridor kewenangan MUI, tetapi juga berpotensi menyesatkan opini publik, juga telah gagal menjaga independensi dan marwahnya serta memperburuk posisi MUI sebagai lembaga moral bangsa”, tegas Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM selaku Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN (Asosiasi Wartawan Internasional).

Aceng menjelaskan bahwa MUI tidak memiliki kewenangan dalam perkara pidana umum, kasus dugaan ijazah palsu merupakan ranah penegakan hukum, tidak ada relevansi langsung dengan fungsi keagamaan, fatwa syariah, pembinaan moral umat, atau sertifikasi halal.

Jadi keterlibatan MUI dalam memberikan penilaian hukum berpotensi mengaburkan batas lembaga keagamaan dan lembaga penegak hukum.

Aceng mengingatkan bahwa sikap MUI seperti itu menimbulkan kesan keberpihakan, karena pernyataannya cenderung mendukung salah satu pihak dalam kasus yang sarat muatan politik telah menimbulkan persepsi publik bahwa MUI tidak lagi berada pada posisi netral, tidak lagi sebagai lembaga moral, MUI seharusnya menjadi jembatan yang menenangkan, bukan justru memanaskan situasi dengan opini yang tidak berada pada domain kerjanya.

“Publik justru menanti sikap MUI pada isu yang menyentuh langsung kepentingan umat”,  tambahnya.

Aceng memberi gambaran kasus-kasus besar seperti dugaan korupsi dana haji, penyalahgunaan dana umat, serta musibah robohnya pondok pesantren yang merenggut korban jiwa, seharusnya menjadi prioritas moral MUI.

Sayangnya, pada isu-isu ini suara MUI justru tidak terdengar jelas. Kontras ini memperkuat pertanyaan publik mengenai konsistensi dan keberpihakan MUI.

Aceng mendesak MUI perlu kembali pada fungsi Intinya yaitu sebagai lembaga ulama, MUI dihormati bukan karena kedekatannya dengan kekuasaan, tetapi karena wibawa moral dan independensinya dalam menjaga marwahnya. Sebaiknya MUI fokus pada pembinaan dan edukasi umat, penyelesaian persoalan internal keumatan, advokasi moral terhadap kasus yang merugikan umat secara langsung.

Aceng menegaskan bahwa keterlibatan MUI dalam kasus yang tidak memiliki korelasi keagamaan justru berpotensi menurunkan kepercayaan publik.

“Dalam ekosistem demokrasi, setiap lembaga memiliki batas dan fungsi masing-masing. Lembaga keagamaan tidak semestinya menjadi corong opini untuk kepentingan politik praktis. Lebih baik  MUI berbuat sesuatu untuk kepentingan umat, menjaga netralitas, dan tidak terjebak dalam dinamika politik yang tidak relevan dengan tugas pokoknya”, pungkas Aceng Syamsul Hadie.[JUN]. Sumber : ASH

Editor: Tim Redaksi

  • person
  • visibility 10
  • forum 0
Bagikan Threads

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri Peduli Tempat Ibadah, Dit Intelkam Polda Sumsel Gelar Bakti Religi Sambut HUT Bhayangkara ke-79

    Polri Peduli Tempat Ibadah, Dit Intelkam Polda Sumsel Gelar Bakti Religi Sambut HUT Bhayangkara ke-79

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 12
    • 0Komentar

    LUBUK LINGGAU,tvkito.com,Selasa 24/06/2025,- Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Hadi Wiyono S.I.K, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata semangat pengabdian Polri kepada masyarakat, sejalan dengan tema besar Hari Bhayangkara tahun ini.   “Melalui kegiatan Bakti Religi ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai sahabat dan pelayan […]

  • Pj Wako dan Forkopimda Panen Raya Bawang Merah

    Pj Wako dan Forkopimda Panen Raya Bawang Merah

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2024
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 8
    • 0Komentar

    LUBUKLINGGAU – Penjabat (Pj) Wali Kota Lubuklinggau, H Trisko Defriyansa bersama Forkopimda menghadiri acara Panen Raya Bawang Merah di area binaan Kelompok Tani (Poktan) Anugerah Tani Mandiri Kelurahan Air Temam Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Rabu (31/1/2024). Trisko Defriyansa menyampaikan di wilayah Kecamatan Lubuklinggau Selatan I memang cocok untuk bertanam holtikultura baik komoditi cabai, bawang dan […]

  • Stand Up Comedy Pandji Pragiwaksono Dipolisikan: Kriminalisasi dan Ancaman Kebebasan Berekspresi

    Stand Up Comedy Pandji Pragiwaksono Dipolisikan: Kriminalisasi dan Ancaman Kebebasan Berekspresi

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 48
    • 0Komentar

    Oleh: Aceng Syamsul Hadie Viralnya pelaporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono atas materi stand up comedy bertema mens rea kembali membuka luka lama demokrasi Indonesia: kegagapan negara dalam membedakan kritik, seni, dan kejahatan. Padahal, komedi—khususnya stand up comedy—adalah bentuk karya seni yang sah, diakui, dan dilindungi sebagai bagian dari kebebasan berekspresi. Komedi bukan sekadar lelucon kosong. […]

  • Aceng Syamsul Hadie: Banjir Sumatera Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Ekologis Terstruktur.

    Aceng Syamsul Hadie: Banjir Sumatera Bukan Bencana Alam, Ini Kejahatan Ekologis Terstruktur.

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Junn Edy
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Jakarta,tvkito.com,Rabu 03/12/2025,  –  Darurat ekologis (krisis iklim) akibat dari paradigma ekonomi global yang menempatkan alam sebagai onggokan komoditas terjadi di Indonesia, praktik kejahatan lingkungan hidup yang dilakukan secara sistematis dan berdampak luas dan kebijakan atau perizinan yang diberikan merupakan bentuk kejahatan luar biasa (extra ordinary crimes), sebuah kejahatan yang terencana, sistematis, dan berdampak luas dan […]

  • Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us to New Frontiers

    Space Tech: The Latest Innovations Propelling Us to New Frontiers

    • calendar_month Selasa, 27 Feb 2024
    • account_circle media.wajahnusantara@gmail.com
    • visibility 1.470
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Lagi Rame di Medsos! Modus Penipuan Ini Tak Mempan Bagi Agen BRILink, Berhasil Bikin Pelaku Auto Bingung Sendiri

    Lagi Rame di Medsos! Modus Penipuan Ini Tak Mempan Bagi Agen BRILink, Berhasil Bikin Pelaku Auto Bingung Sendiri

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2024
    • account_circle media.wajahnusantara@gmail.com
    • visibility 11
    • 0Komentar

    Musirawas.com – Ada banyak modus penipuan yang terjadi di dunia perbankan, salah satunya adalah penipuan melalui bukti transfer. Umumnya, penipuan itu dilakukan pelaku dengan memberikan bukti screenshot palsu yang berisi editan proses transfer yang berhasil dilakukan. Para pelaku tersebut kemudian mengeluhkan kepada bank terkait dengan mengaku tidak mendapatkan uang meski proses transfer telah dilakukan. Seperti modus […]

expand_less