Penyair Jalanan Kang Aceng Tea Sindir Penguasa Lewat Puisi “Lakon Ketoprak Mulyono dan Fufufafa”

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MAJALENGKA, tvkito.com, – Penyair jalanan asal Tatar Sunda, Kang Aceng Tea, kembali menyuarakan kritik sosial lewat karya sastranya yang berjudul “Lakon Ketoprak Mulyono dan Fufufafa Sebentar Lagi Berakhir.”
Puisi bernada satire politik itu viral di berbagai grup media sosial, karena gaya bahasanya yang tajam dan penuh simbol.
Kang Aceng menggambarkan “lakon ketoprak” sebagai sindiran terhadap perilaku penguasa yang dinilai penuh kepalsuan dan menyimpang dari etika pemerintahan.
“Dia robek etika dan logika, dia cabik tatanan birokrasi, dia perkosa konstitusi untuk melahirkan anak haram ke kursi singgasana,” tulis Kang Aceng dalam salah satu bait puisinya.
Melalui gaya bahasa khas rakyat dan sindiran tajam, penyair yang dikenal sebagai “penyair jalanan dari Tatar Sunda” itu menyampaikan pesan bahwa kekuasaan tidak akan abadi.
Dalam bagian akhir puisinya, Kang Aceng menulis tanda perubahan yang mulai muncul di tanah pertiwi.
“Abdi dalem dan hulubalang mulai sadar… Anak pertiwi mulai bangkit bersatu untuk mengadili raja jawa dan menurunkan Fufufafa dari singgasana.”
Karya ini menuai beragam tanggapan dari warganet. Banyak yang mengapresiasi keberanian Kang Aceng dalam menyuarakan kebenaran lewat bahasa sastra.
Puisi ini sekaligus menunjukkan bahwa seni dan sastra masih menjadi medium perlawanan moral terhadap penyimpangan kekuasaan.(Jun)
Sumber : ASH
Editor : Tim Redaksi
- person
- visibility 14
- forum 0



