Silaturahmi Lebaran, Yuliansyah Tempuh Perjalanan dari Lampung Timur Demi Temui Sahabat Lama di Lubuk Linggau
- Bisnis News Pariwisata Peristiwa
- calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
LUBUK LINGGAU – Momen Hari Raya Idulfitri menjadi waktu yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi. Hal inilah yang dilakukan Yuliansyah, warga Lampung Timur, yang menyempatkan diri pulang ke Kota Lubuk Linggau untuk bertemu keluarga sekaligus sahabat lamanya.

Yuliansyah, yang merupakan alumni SMA PGRI Lubuk Linggau, diketahui memiliki lima sahabat dekat yang berasal dari berbagai daerah.
Namun dalam kunjungan kali ini, ia berkesempatan mengunjungi salah satu sahabat karibnya, Hirul, yang tinggal di Kelurahan Petanang, Kecamatan Lubuk Linggau Utara.

Yuliansyah tidak datang sendiri. Ia turut membawa istri dan anak-anaknya. Setibanya di Lubuk Linggau, rasa haru dan bahagia pun menyelimuti dirinya karena dapat kembali bertemu dengan sang ayah.
Meski sang ibu telah meninggal dunia enam tahun lalu, kebersamaan dengan keluarga yang masih ada tetap menjadi pengobat rindu.
Selain itu, Yuliansyah juga masih memiliki lima orang adik kandung yang kini telah berkeluarga dan menjalani kehidupan masing-masing.

Fhoto Keluarga
Dalam suasana lebaran yang hangat, Yuliansyah bersama keluarga menyempatkan diri berkunjung ke salah satu destinasi wisata lokal, yakni Ayo Paco yang berada di Kelurahan Petanang.
Tak hanya berwisata, ia juga memanfaatkan momen tersebut untuk bersilaturahmi dengan sahabat lamanya yang telah lama tidak ditemui.
Perjalanan menuju lokasi tidaklah mudah. Kondisi jalan yang berbatu, berlumpur, serta terdapat genangan air menjadi tantangan tersendiri.
Namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat Yuliansyah dan keluarga untuk tetap melanjutkan perjalanan.

Setibanya di lokasi, rasa lelah seakan terbayar lunas setelah bertemu dengan Hirul, sahabat lamanya yang kini dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang budidaya kolam ikan.
Menariknya, meskipun telah menjalankan usaha tersebut selama kurang lebih lima tahun dengan jumlah benih ikan mencapai ratusan ribu, Hirul memilih untuk tidak mengekspose usahanya di media sosial.
Bahkan saat diwawancarai, ia cenderung menghindar dan enggan menunjukkan dokumentasi usaha yang dimilikinya. Hirul mengaku tidak ingin dianggap sombong oleh orang lain.
“Biarlah orang tahu dengan sendirinya tanpa harus dipublikasikan,” ujarnya singkat.
Meski demikian, dalam kesempatan tersebut Hirul tetap memberikan sedikit gambaran mengenai usahanya, mengingat yang mewawancarai merupakan adik ipar dari sahabatnya sendiri. (Jun).
- person
- visibility 166
- forum 0



