Hentikan Sementara Program MBG, Keselamatan Anak Dinilai Harus Jadi Prioritas Aceng Syamsul Hadie — Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada dasarnya lahir dari niat meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan kelompok rentan.
Namun pelaksanaan di lapangan dinilai perlu dievaluasi serius setelah muncul sejumlah kasus keracunan massal yang menimpa peserta program di berbagai daerah.
Ketua Dewan Pembina DPP ASWIN, Aceng Syamsul Hadie, menilai insiden yang berulang menunjukkan adanya persoalan mendasar dalam aspek kesiapan sistem, pengawasan, serta standar keselamatan pangan.
Menurutnya, ketika program publik menyasar kelompok paling rentan seperti anak sekolah, balita, dan ibu hamil, maka standar keamanan harus berada pada tingkat tertinggi.
Jika risiko kesehatan terus muncul, penghentian sementara dinilai menjadi langkah yang patut dipertimbangkan untuk evaluasi menyeluruh.
Ia menekankan bahwa anak-anak tidak boleh menjadi objek uji coba kebijakan yang belum matang dalam desain dan implementasi.
Prinsip kehati-hatian dalam kebijakan pangan dan kesehatan, katanya, harus menjadi dasar utama sebelum program dilanjutkan secara luas.
Lebih lanjut, ia menyebut alasan kesalahan individu atau oknum tidak cukup jika pola kejadian berulang di banyak tempat.
Hal itu mengindikasikan kemungkinan masalah struktural dalam tata kelola, rantai pasok, higienitas dapur, hingga sistem kontrol distribusi.
Ia mendorong audit nasional independen, transparan, dan terbuka ke publik sebelum program diteruskan kembali.
Menurutnya, hak anak atas keselamatan dan kesehatan merupakan amanat konstitusi yang tidak boleh dikompromikan oleh target program maupun kepentingan citra.
“Program sebesar apa pun tidak lebih penting daripada satu nyawa anak,” tegasnya.(Jun).
- person
- visibility 40
- forum 0



